El Clasico Memanas! Bellingham Nyaris Baku Hantam Usai Madrid Menang
Real Madrid menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico. Jude Bellingham terlibat cekcok selepas laga, sementara aksi Jose Mourinho ikut disorot.
Selokan Mataram Jogja - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memastikan akan mematikan aliran air di sepanjang Selokan Mataram selama 1 bulan. Bagaimana nasib patra pertanian dan pembudi daya ikan?
Air di sepanjang Selokan Mataram akan mulai dimatikan mulai 1 Oktober hingga 31 Oktober 2023.
Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Air BBWSSO Rr. Vicky Ariyanti mengatakan pematian aliran air selama sebulan dilakukan untuk pembangunan bangunan ukur di saluran induk, pembuatan pintu air baru dan mengecek serta pemeliharaan dari selokan mataram.
Pematian aliran air, awalnya direncanakan dilakukan selama 2 bulan, namun dalam perkembangannya akan dilakukan selama satu bulan. Hal ini dilakukan setelah ada koordinasi antara BBWSSO dengan Pemkab Sleman dan petani serta pembudidaya ikan air tawar.
"Estimasi pengerjaan untuk beton waktunya 28 hari. Nantinya kami akan usahakan penggunaan zat adictif agar pengerjaannya cepat. Dan, perkiraan kami paling cepat 3 pekan," katanya, usai rapat koordinasi penutupan selokan mataram di Ruang Rapat Wakil Bupati Sleman, Senin (25/9/2023).
Vicky menambahkan, selama sebulan pengerjaan proyek, pihakhya tidak hanya akan membangun bangunan ukur di saluran induk. Akan tetapi juga akan membuat pintu air baru dan mengecek serta pemeliharaan dari selokan mataram.
"Nantinya kami juga akan lakukan peliharaan pengerjaan tanggul," lanjutnya.
Mengenai besaran nilai proyek, Vicky mengaku belum bisa mengungkapkan. Sebab, pihaknya masih akan melihat sejauh mana kerusakan dan urgensinya. Sebab, dengan adanya pematian aliran selokan mataram maka diharapkan akan diperoleh mana saja yang segera dan harus diperbaiki.
"Nanti kami akan lihat. Sekalian dicek," katanya.
BACA JUGA: Selain Mafia Tanah, Ini Tantangan Lainnya Para PPAT
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, pematian aliran air selokan mataram tidak bisa ditawar lagi. Sebab, ini sudah lama direncanakan. Pihakhya hanya bisa mendorong Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman untuk lebih masif menyosialisasikan terkair rencana pematian aliran tersebut.
"Kami minta dinas pertanian segera sosialsasi. Dan, ternyata mereka sudah menyosialisasikan hal ini ke petani. Harapan kami informasi ini bisa dijalankan," harap Danang.
Selain itu, Danang mengimbau kepada petani untuk mengantisipasi pematian aliran air selokan mataram dengan pola tanam mereka. Agar, masa tanam padi petani tak terpengaruh dengan kebijakan ini.
"Untuk pembudidaya ikan air tawar, bisa melakukan jenis ikan yang dipelihara. Tadi Dinas Pertanian juga telah menyampaikan jika pembudidaya ikan agar mengubah jenis ikan yang tidak butuh banyak air, seperti ikan lele dan sejumlah strategi lainnya," ucap Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Real Madrid menang 2-1 atas Barcelona di El Clasico. Jude Bellingham terlibat cekcok selepas laga, sementara aksi Jose Mourinho ikut disorot.
Bea Cukai mencatat 127 penindakan ekspor emas ilegal senilai Rp1,02 triliun. Bersama Polri dan ESDM, pemerintah memburu korporasi di balik jaringan tersebut.
Prabowo memanggil Yusril ke Istana untuk membahas kajian DEN soal definisi korupsi dan wacana pembaruan UU Pemberantasan Tipikor.
Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Sulsel terkait dugaan pemerasan, gratifikasi, dan TPPU
DPRD Kota Yogyakarta mengawal aspirasi warga soal perlindungan becak dan andong serta pengembangan wisata Kali Winongo dalam Raperda Ripparda.
Kota Jogja mengolah 209,97 ton sampah per hari menjadi bahan baku, kompos, produk daur ulang, hingga sumber energi.