15.342 RTLH di Gunungkidul Masih Menunggu Perbaikan
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
Supriyadi menunjukkan tanaman stroberi di Kampung Stroberi./Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Harian Jogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan menilai mahalnya harga beras bisa menjadi momentum untuk pengembangan bahan pangan nonberas di masyarakat. Termasuk dengan mulai menanam tanaman pangan di halaman rumah masing-masing.
Baca Juga: Beras Mahal Jadi Momentum untuk Perkuat Keanekaragaman Pangan di Gunungkidul
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, keanekaragaman bahan pangan akan memberikan banyak manfaat. Selain untuk mengurangi bahan pangan beras, juga memperkuat ketahanan di tengah adanya isu krisis pangan secara global.
“Makanya harus diperkuat dan semakin bervariasi bahan pangan yang dimiliki, maka akan semakin baik,” katanya, Senin (25/9/2023).
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono. Menurut dia, penguatan ketahanan pangan menjadi isu nasional yang harus dijalankan. Untuk prosesnya bahan pangan yang dikembangkan juga lebih variatif sehingga tidak terus bergantung pada komoditas beras.
Raharjo mengungkapkan untuk penguatan ketahanan pangan tidak harus dilakukan di ladang maupun sawah. Pasalnya, program ini juga dikembangkan di area lingkungan rumah.
“Pemanfaatan lahan di sekitaran rumah bisa dioptimalkan,” katanya.
Baca Juga: Tak Perlu Panic Buying, Stok Beras tetap Tersedia
Ia mengaku dengan memanfaatkan perkarangan di sekitar rumah, maka lokasinya bisa tetap produktif. Di sisi lain, juga dapat untuk menambah penghasilan.
“Tentunya yang utama untuk memperkuat ketahanan pangan, tapi kalau hasilnya banyak bisa dijual sehingga mendapatkan penghasilan yang lebih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
PSG mewaspadai Slovan Bratislava asuhan Yaya Toure. Luis Enrique menilai laga pembuka Liga Champions 2026/2027 tak akan mudah.
Kansar Banten mengecek informasi Pulau Sebesi dalam pencarian jurnalis hilang setelah kapal yang menuju Gunung Anak Krakatau hilang kontak.
Liverpool diminta Andoni Iraola menekan Atletico Madrid sejak awal laga Liga Champions di Anfield, Rabu malam waktu setempat.
BPS menepis isu manipulasi desil DTSEN untuk menurunkan angka kemiskinan. Desil dan kemiskinan disebut memiliki konsep berbeda.