WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pengecekan kawasan wisata air Kedung Parangan Lembah Oya Kedung Jati, Selopamioro, Imogiri yang belum lama ini baru saja diresmikan./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Kapanewon Imogiri mendorong agar sejumlah objek wisata air di sekitar Kali Oya kembali dibuka dengan pengelolaan yang lebih profesional. Wisata air tersebut sempat ditutup beberapa waktu lalu setelah menelan dua korban.
Panewu imogiri, Slamet Santosa menjelaskan dari tiga objek wisata air yang semula ditutup yakni Selopamioro Adventure Park, Srikeminut dan Kedung Parangan, baru Kedung Parangan yang hingga kini telah dibuka.
"Itu kami buka tergantung pada kesiapan dari pengelola. Dibuktikan dengan struktur pengelola yang jelas dan diakui Dinas Pariwisata Bantul. Di sana juga harus disiapkan personel yang memiliki kemampuan water rescue," ujarnya, Minggu (1/10/2023).
Personel tersebut harus mengantongi rekomendasi dari organisasi yang berwenang, yakni SAR dan BPBD Bantul. Di samping itu harus dilengkapi pula sarana dan prasarana untuk penyelamatan untuk mencegah kecelakaan air.
"Jadi syarat-syarat itu harus dipenuhi dulu sebelum dibuka. Saat ini yang sudah siap di Kedung Parangan. Kebetulan itu lokasi baru. Secara organisasi sudah terbentuk sejak Desember 2022, dan kemaren sudah kami cek di lokasi," ungkapnya.
Di Kedung Parangan, dia memastikan sudah ada struktur organisasi yang jelas, sarana prasarana, memiliki kemampuan SAR dengan personel yang sudah dilatih dan pengaturan zonasi yang boleh dan tidak boleh untuk berenang. "Di situ boleh untuk wisata air," katanya.
BACA JUGA: Duh, 30% Destinasi Wisata Air di Bantul Belum Punya Tim Penyelamat
Sementara itu, di Selopamioro Adventure Park dan Srikeminut, struktur pengelolanya belum lengkap. Ia mengungkapkan pengelola Selopamioro Adventure Park sebenarnya sudah vakum sejak pandemi. "Sekarang tidak jalan," ungkapnya.
Menyikapi hal ini, pihaknya mendampingi dua objek wisata itu untuk membentuk kepengurusan baru. "Nanti disusun juga rencana kegiatan layanan yang mau diberikan kepada pengunjung itu apa saja, baik di darat maupun di sungai," ujar dia.
Kapanewon Imogiri bersama pihak kalurahan mendorong dibuka kembali wisata air ini karena banyak masyarakat yang beraktivitas ekonomi di sana, mulai dari parkir, aneka kuliner dan jasa wisata lainnya. Sehingga jika ditutup berdampak pada ekonomi warga.
Sebagai salah satu upaya untuk itu, beberapa waktu lalu juga sudah digelar pelatihan keselamatan dari BPBD Bantul."sudah dilaksanakan pelatihan mitigasi bencana air dari BPBD untuk ketiga lokasi itu," katanya.
Dengan pelatihan, pembenahan struktur kepengurusan dan persiapan lain, ia berharap semua wisata air itu bisa kembali dibuka dalam waktu dekat. "Kami dorong kalau buka harus dengan syarat tadi. Dan yang belum kami dampingi untuk ke sana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Jadwal Layanan SIM Sleman Juli 2026. Pelayanan utama tetap tersedia di kantor Satpas dengan jadwal:
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026. Berikut jadwal keberangkatan yang dapat dijadikan acuan perjalanan:
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.