KONI DIY Bangun Simpalawa, Data Atlet Kini Serba Digital
KONI DIY mengembangkan aplikasi Simpalawa untuk pengelolaan data atlet, pelatih, dan wasit berbasis digital di DIY.
F saat diamankan oleh petugas saat berada di bukit BNI, Dusun Mojolegi, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Jumat (19/5/2023) malam. /Polres Bantul
Harianjogja.com, JOGJA—Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Zullies Ikawati menyebut perlu penanganan komprehensif dan terpadu dalam menyetop timbulnya korban meninggal dunia akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan.
Kasus yang terjadi di wilayah Bantul dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak lima orang dinilainya perlu penelusuran khusus serta penanganan yang lebih terpadu.
"Kalau secara kesehatan saja memang tidak lagi peduli mereka. Artinya korban kan butuh yang lain sampai mengoplos miras. Mereka perlu pemenuhan sesuatu sampai menenggak miras oplosan. Secara ekonomi bagaimana atau stres, pendekatannya tidak bisa satu sisi saja," kata Prof Zullies, Rabu (4/10/2023).
BACA JUGA: Miras Oplosan Kembali Makan Korban, 2 Warga Kulonprogo Ini Meninggal Dunia
Fenomena warga meninggal dunia akibat miras oplosan bukan hanya sekali dua kali saja terjadi di wilayah Jogja. Sebelum ini seorang pelajar SMK di Bantul juga meninggal dunia setelah menenggak miras oplosan pada Minggu (18/6/2023). Kemudian pada Rabu (23/11/2022) seorang mahasiswa meninggal dunia dan tiga orang rekannya yang lain dicarikan ke rumah sakit di Sleman akibat hal serupa.
Menurut Prof Zullies, miras oplosan yang sampai mengakibatkan korban meninggal dunia biasanya sudah dicampur dengan berbagai bahan lain yang sifatnya beracun sehingga berdampak fatal bagi tubuh.
Beberapa bahan yang diketahuinya kerap dicampur pada miras oplosan yaitu betanide yang mengandung povidone iodine, obat anti serangga losion yang mengandung DEET atau diethyltoluamide dan spiritus yang berbahan metanol.
"Kandungan alkohol ini kan etanol ya dan kalau dikonsumsi itu saja ala kadarnya biasanya cuma mabuk biasa atau muntah paling parah pingsan kalau berlebihan. Namun kalau sudah campurannya berbagai jenis dan beracun dampaknya tentu fatal," jelasnya.
BACA JUGA: 5 Warga Bantul Tewas Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan
Apalagi etanol merupakan cairan yang sifatnya gampang larut dengan bahan lainnya, sehingga ketika dicampur dengan bahan lainnya akan berdampak tidak bagus pada tubuh seseorang. Pada kasus yang di Bantul beberapa korban mengeluhkan soal sesak nafas dan salah satu penglihatan yang berkurang. Ini kemungkinan besar diakibatkan oleh campuran spiritus.
"Kalau keluhannya sesak nafas dan mata buram tentu campurannya spiritus. Kandungan metanol pada spiritus memang harganya murah sehingga jadi pilihan campuran. Ketika dicampur dengan etanol bisa jadi buta kalau takarannya berlebihan. Itu metanol memang bahaya makanya dikasih label berwarna biru," katanya.
Dampak dari satu campuran dengan campuran yang lain pada miras oplosan ke tubuh juga tergantung pada takarannya. Pun demikian dengan reaksinya, tubuh seseorang biasanya merespons dengan berbeda jika menenggak berbagai bahan dari miras oplosan.
Begitu pula dengan etanol murni yang tanpa campuran akan berdampak signifikan pada salah satu fungsi organ tubuh jika dikonsumsi rutin.
"Kalau cuman etanol yang diminum dan rutin itu larinya ke liver. Namun kalau sudah sampai mati tentu campurannya sudah beracun, etanol saja kalau diminum paling akibatnya pingsan atau muntah, kalau sampai mati ya dicampur dengan bahan beracun atau bisa juga dicampur obat. Kadang dipikiran korban kalau dicampur bahan lain agar rasanya lebih nendang, tapi dampaknya tidak diketahui bagi tubuh," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KONI DIY mengembangkan aplikasi Simpalawa untuk pengelolaan data atlet, pelatih, dan wasit berbasis digital di DIY.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.