KUHP Baru Kenalkan Pidana Kerja Sosial, Warga Diberi Pemahaman
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
Salah satu builder Mooneyes menambahkan ukiran tulisan di salah satu mobil kustom yang dipamerkan dalam Kustomfest 2023 di JEC, Minggu (8/10/2023)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Gelaran Kustomfest 2023 yang bertema Retro Future digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 7-8 Oktober 2023. Dalam gelaran kali ini, para custom builder diajak untuk dapat meningkatkan spesifikasi kendaraan kustom yang dirancang.
Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi menyampaikan tema Kustomfest 2023 berupaya mengajak para custom builder untuk dapat meningkatkan spesifikasi kendaraan kustom, agar dapat lebih bernilai daripada saat kendaraan tersebut diproduksi.
“Kustomfest bertajuk Retro Future artinya barang atau produk otomotif yang mungkin beberapa beberapa tahun lalu hanya sebuah barang atau produk biasa, di tangan custom car builder bertalenta yang bertangan dingin, itu menjadi sebuah karya melampaui [kualitas] benda itu waktu baru,” katanya ditemui di JEC, Minggu (8/10/2023).
Menurutnya, custom builder perlu memiliki visi yang jauh ke depan dengan mampu menghadirkan kendaraan kustom yang memiliki spesifikasi yang melebihi kendaraan itu kala diproduksi di awal, dan dapat menghadirkan kendaraan kustom yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Harapannya para builder muda sudah mulai stepping up mind-nya, bisa membuat karya melampaui karya sebelumnya. Bagaimana karya itu mempunyai kualitas, memiliki added value lebih dari produk itu saat baru,” imbuhnya.
BACA JUGA: Jadi Bagian di KUSTOMFEST 2023, EIGER Riding Kenalkan Produk untuk Motoran
Dia pun berharap Kustomfest dapat terus eksis untuk masa yang akan datang dan dapat menjadi tujuan wisata bagi masyarakat dari dalam negeri dan luar negeri yang berkunjung ke DIY.
“Harapan saya Kustomfest tetap eksis untuk destinasi wisata kustom di Jogja dan harapan saya bukan hanya warga Indonesia, harapan saya kedepan ini akan menjadi tujuan wisata kustom dunia,” katanya.
Penyelenggaraan Kustomfest pun dinilai telah menjadi acuan event otomotif bagi berbagai negara antara lain Singapura, Malaysia dan Thailand. Sebelum Covid-19 banyak pengunjung pun datang dari negara tersebut. Lulut pun berharap Kustomfest dapat tetap menjadi daya tarik bagi pengunjung mancanegara di waktu mendatang.
Dalam penyelenggaraan Kustomfest kali ini menampilkan 140 motor kustom dan sekitar 30 mobil kustom dari berbagai daerah di Indonesia. Kustomfest kali ini juga terdapat satu unit mobil kustom pick up flat deck yang menjadi Lucky Draw bagi para pengunjung.
Dalam event ini, pengunjung dapat menikmati Kustom Bike Show, Hot Rod & Kustom Car Show, Flat Track Race, Art Island, Body Art Show, Kustom Bicycle. Selain itu ada pula penampilan beberapa musisi yang dapat dinikmati pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis mengecam komentar Jose Luis Chilavert yang menyebut Timnas Prancis sebagai tim Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
Disdikpora Bantul menyiapkan regrouping satu SD negeri di Dlingo yang terus kekurangan murid dan tidak membuka pendaftaran siswa baru pada SPMB 2026.
Osmar Loss dikabarkan lebih dekat ke Dewa United sebagai pelatih baru. Jurnalis Italia bantah rumor Loss ke Persib Bandung. Simak update bursa transfer Liga.
DPRD Bantul mengkritik kesiapan TPR Parangtritis yang dinilai belum layak dan berpotensi memengaruhi PAD serta citra wisata unggulan daerah.
Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tuan rumah mengandalkan Pulisic, sementara Belgia mengandalkan De Bruyne dan Lukaku.