Pembayaran Retribusi Wisata Kaliurang Pakai Non Tunai Mulai Awal 2027
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, Bantul—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menyampaikan animo masyarakat untuk mendaftar program transmigrasi cukup tinggi.
Hingga saat ini telah ada 60 keluarga yang masuk ke dalam daftar tunggu transmigrasi. Padahal untuk tahun ini saja, Bantul mendapatkan kuota transmigrasi hanya empat keluarga.
“Tahun ini kami cuma dapat kuota empat keluarga, dua keluarga di Raimuna, Sulawesi Tenggara dan dua lainnya di Sulawesi Tengah,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi, Rumiyati, Selasa (10/10/2023).
Dia mengatakan setiap tahun Bantul hanya mendapat kuota transmigrasi sebanyak 4-5 keluarga. Padahal peminatnya cukup tinggi.
Tingginya minat warga Kabupaten Bantul untuk mengikuti program transmigrasi tersebut menurutnya disebabkan karena para pendaftar program transmigrasi tidak memiliki lahan di daerah asalnya.
“Di Bantul bertani susah lahannya, mereka begitu datang dapat lahan, kemarin [peserta transmigran sebelumnya] berangkat ke Raimuna sudah dapat 1 hektare, sudah mulai bercocok tanam,” katanya.
BACA JUGA: Generasi Milenial di DIY Diajak Berpartisipasi Dukung Transmigrasi
Sementara dalam program tersebut, mereka akan diberikan tempat tinggal, lahan. Ketika telah terpilih transmigran akan diberikan lahan yang dapat mereka olah sendiri. Menurut dia luas lahan akan ditentukan berdasarkan perjanjian kerjasama antar daerah dengan kisaran 1,75-2,5 hektare.
Selain itu mereka juga akan mendapatkan tiket transportasi dari daerah asal ke daerah tujuan, tali asih senilai Rp.10 juta per KK, dan jaminan hidup. “[Jaminan hidup] untuk lahan basah hingga 1,5 tahun, untuk lahan kering hingga 1 tahun,” katanya.
Sebelum diberangkatkan, menurut dia, para calon transmigran akan diberikan pelatihan pengolahan lahan terlebih dahulu. Disnakertrans bekerjasama dengan beberapa lembaga antara lain dengan Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta dan UPT Balai Benih dalam memberikan pelatihan pembibitan, menanam komoditas tanaman tertentu, seperti sawit, kakao, karet, dan lada kepada para transmigran.
Untuk dapat mengikuti program tersebut, calon transmigran harus memenuhi beberapa syarat antara lain : Warga ber-KTP Bantul, telah menikah, belum pernah mengikuti transmigrasi, berbadan sehat, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan untuk mengembangkan potensi sumber daya alam yang tersedia di lokasi tujuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinpar Sleman menyiapkan pembayaran non tunai retribusi wisata mulai awal 2027. TPR Kaliurang menjadi lokasi penerapan tahap awal.
Harga cabai rawit mencapai Rp88.642/kg pada pekan keempat Oktober 2026. Mendagri Tito mendorong perluasan tanam dan distribusi pasokan.
Polresta Sleman menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari. Data mencatat 25.497 pelanggaran lalu lintas pada 2025.
Indonesia Kaya menghadirkan legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul dalam delapan episode musikal vertikal yang tayang di TikTok.
Yusril menyoroti 23 definisi keuangan negara yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengelola BUMN.
Bareskrim mengamankan WN Taiwan berinisial YCY terkait 1,16 ton ketamin senilai Rp3,48 triliun yang diangkut kapal MT Global 168.