Wisata Kraton Jogja Ramai saat Libur Sekolah, Edukator Jadi Andalan
Kunjungan wisatawan ke Kraton Jogja saat libur sekolah masih tinggi. Puncaknya lebih dari 4.000 pengunjung per hari didominasi wisatawan domestik.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, Bantul—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menyampaikan animo masyarakat untuk mendaftar program transmigrasi cukup tinggi.
Hingga saat ini telah ada 60 keluarga yang masuk ke dalam daftar tunggu transmigrasi. Padahal untuk tahun ini saja, Bantul mendapatkan kuota transmigrasi hanya empat keluarga.
“Tahun ini kami cuma dapat kuota empat keluarga, dua keluarga di Raimuna, Sulawesi Tenggara dan dua lainnya di Sulawesi Tengah,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi, Rumiyati, Selasa (10/10/2023).
Dia mengatakan setiap tahun Bantul hanya mendapat kuota transmigrasi sebanyak 4-5 keluarga. Padahal peminatnya cukup tinggi.
Tingginya minat warga Kabupaten Bantul untuk mengikuti program transmigrasi tersebut menurutnya disebabkan karena para pendaftar program transmigrasi tidak memiliki lahan di daerah asalnya.
“Di Bantul bertani susah lahannya, mereka begitu datang dapat lahan, kemarin [peserta transmigran sebelumnya] berangkat ke Raimuna sudah dapat 1 hektare, sudah mulai bercocok tanam,” katanya.
BACA JUGA: Generasi Milenial di DIY Diajak Berpartisipasi Dukung Transmigrasi
Sementara dalam program tersebut, mereka akan diberikan tempat tinggal, lahan. Ketika telah terpilih transmigran akan diberikan lahan yang dapat mereka olah sendiri. Menurut dia luas lahan akan ditentukan berdasarkan perjanjian kerjasama antar daerah dengan kisaran 1,75-2,5 hektare.
Selain itu mereka juga akan mendapatkan tiket transportasi dari daerah asal ke daerah tujuan, tali asih senilai Rp.10 juta per KK, dan jaminan hidup. “[Jaminan hidup] untuk lahan basah hingga 1,5 tahun, untuk lahan kering hingga 1 tahun,” katanya.
Sebelum diberangkatkan, menurut dia, para calon transmigran akan diberikan pelatihan pengolahan lahan terlebih dahulu. Disnakertrans bekerjasama dengan beberapa lembaga antara lain dengan Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta dan UPT Balai Benih dalam memberikan pelatihan pembibitan, menanam komoditas tanaman tertentu, seperti sawit, kakao, karet, dan lada kepada para transmigran.
Untuk dapat mengikuti program tersebut, calon transmigran harus memenuhi beberapa syarat antara lain : Warga ber-KTP Bantul, telah menikah, belum pernah mengikuti transmigrasi, berbadan sehat, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan untuk mengembangkan potensi sumber daya alam yang tersedia di lokasi tujuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisatawan ke Kraton Jogja saat libur sekolah masih tinggi. Puncaknya lebih dari 4.000 pengunjung per hari didominasi wisatawan domestik.
Ruang digital semakin lekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, terdapat ancaman yang mengintai.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring OTT KPK terkait dugaan pemerasan. Harta Rp9,1 miliar, garasi Rp475 juta.
Discord akui bug sistem moderasi blokir 8.200 akun gegara AI salah identifikasi gambar kotak-kotak dari Minecraft & catur. Semua akun diklaim pulih, tapi penggu
Pemkab Bantul menyiapkan Perbup penataan tiang fiber optik. Ke depan satu tiang dapat digunakan beberapa operator untuk mengurangi kesemrawutan jaringan.
Penelitian ungkap stres terbesar ibu berasal dari pasangan, bukan anak. 46% ibu AS merasa suami lebih bikin stres. Pembagian tugas rumah tangga tak seimbang jad