Target PAD Wisata Gunungkidul Naik Jadi Rp63,2 Miliar
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Ilustrasi ODGJ - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dijadikan momentum untuk percepatan penanganan masalah kesehatan jiwa. Meski demikian, hingga sekarang masih ada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, jumlah ODGJ di 2023 sebanyak 1.612 orang. Adapun yang terpasung ada sembilan orang yang tersebar di Kapanewon Wonosari, Patuk, Saptosari, Semanu, Playen, Nglipar, Karangmojo, Semin.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Musyanto mengatakan, sesuai dengan ketentuan dari pemerintah, penanganan terhadap ODGJ tidak boleh dipasung. Namun demikian, di Gunungkidul masih ada aktivitas ini. “Tidak sampai dirantai. Tapi, hanya dikurung dalam kamar,” kata Musyanto, Selasa (10/10/2023).
Menurut dia, pemasungan dilakukan karena jika dibiarkan bebas akan membahayakan orang lain. Oleh karenanya, pihak keluarga memutuskan untuk mengurungnya. “Sering mengamuk dan membahayakan warga. Jadi, biar aman dikurung dalam kamar,” katanya.
BACA JUGA: Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Nawakamal Latih Masyarakat Dampingi ODGJ & ODDP
Musyanto mengakui sudah melakukan identifikasi terkait dengan pemasungan ini dan yang bersangkutan merupakan ODGJ kambuhan. “Sudah pernah dibawa ke RS Grhasia, tapi kambuh lagi,” katanya.
Kepala Seksi Rehabilitasi Anak dan Tuna Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Riyanto membenarkan masih adanya kegiatan pemasungan bagi ODGJ. Hal ini tidak menyelesaikan masalah karena malah penyakitnya bisa semakin parah. “Yang benar harus diobati. Bukan dipasung atau dikurung,” katanya.
Untuk data pasung, Riyanto menyerahkan ke dinas kesehatan. Kendati demikian, pihaknya berperan dalam upaya evakuasi untuk dibawa berobat ke RS Grhasia.
Hingga sekarang, ia mengakui sudah ada dua ODGJ yang dievakuasi dari pemasungan untuk dirawat ke rumah sakit. “Proses evakuasi juga melibatkan pemerintah kalurahan dan bhabinkamtibmas setempat. Kami juga menyediakan rumah singgah bagi ODGJ,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Jadwal KA Bandara YIA 19 Oktober 2026 mencakup layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dari Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 19 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap dan waktu tiba di Stasiun Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 19 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket sebesar Rp8.000.
Pemerintah mendorong pemberdayaan 22,5 juta penerima bansos agar kesejahteraan meningkat, kemiskinan berkurang, dan masyarakat mandiri.
Osteoporosis pada usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko patah tulang panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Simak cara pencegahannya.