PDAM Sleman Petakan Wilayah Rawan Air Hadapi Kemarau Panjang
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
Peluncuran inovasi CLBK (Cek Lengkap Bisnis Kita) oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, di Aula Bappeda Sleman, Selasa (10/10/2023)
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan inovasi CLBK (Cek Lengkap Bisnis Kita), Selasa (10/10/2023) di Aula Bappeda Sleman. Peluncuran dilakukan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Kustini berharap keberadaan inovasi CLBK yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop-UKM) Sleman ini dapat memberikan pendampingan yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM. Tujuannya, agar pelaku UMKM dapat berkembang dengan lebih optimal.
Kustini juga berharap agar program layanan CLBK tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga seluruh UMKM yang ada di wilayah Sleman dapat semakin naik kelas dan berdaya saing.
"Mari bersama-sama kita dukung dan dorongUMKM di Kabupaten Sleman sehingga dapat naik kelas. Tidak hanya naik kelas dalam produknya, tetapi naik kelas juga dalam hal pemasarannya," ujarnya di sela kegiatan.
BACA JUGA: 719.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Kekeringan di Sleman, Berikut Rinciannya
Kepala Dinkop dan UKM Sleman, Haris Martapa mengatakan layanan CLBK ini dimaksudkan agar para pelaku UMKM di Kabupaten Sleman dapat mengetahui kesehatan bisnisnya. Hal ini selanjutnya menjadi dasar bagi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman untuk melakukan pendampingan dan pembinaan sesuai dengan tingkat kemampuan dari para pelaku usaha.
"Target peserta dalam program CLBK ini dapat diikuti oleh 1.000 pelaku usaha sampai dengan akhir Desember 2023," ujar Haris.
Dia menjelaskan layanan CLBK juga diinisiasi oleh komunitas Sobat PLUT Sleman. Menurut data, jumlah pelaku UMKM yang tergabung dalam Sobat PLUT tercatat sebanyak 1.423 yang terdistribusi pada bidang jasa, kuliner, fashion dan craft.
Keberadaan Sobat PLUT ini, sambung Haris, diharapkan menjadi wadah pembinaan yang berfungsi untuk mempermudah komunikasi, kolaborasi, serta konfirmasi informasi bagi UMKM di Sleman. "Ini sekaligus sebagai bentuk pendampingan yang berkesinambungan dan berkelanjutan dari kami kepada pelaku UMKM," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.