Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengunjung melihat karya yang dipamerkan dalam TKMDII 2023, di ISI Jogja, Rabu (12/10/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 20 delegasi kampus yang memeiliki prodi Desain Interior menggelar pameran dalam Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia (TKMDII) 2023, di ISI Jogja, Rabu-Sabtu (12-14/10/2023).
Manajer Karya dan Koordinator Lapangan TKMDII 2023, Fiorensa Elysia Calya, menjelaskan acara dua tahunan ini kali ini mengusung tema Bali Omah. “Artinya kembali ke rumah, di mana fungsi utamanya untuk bagaimana kita menciptakan ruang interior yang bisa dijangkau oleh semua kalangan,” ujarnya, Rabu (12/10/2023).
Pameran terbagi dalam tiga kategori, yakni pertama Karya Baru Delegasi yang berisi karya-karya dari 20 delegasi dengan karya sesuai karakter kampus masing-masing. “Ada yang studi kasusnya berdasarkan permasalahan yang ditemukan di kotanya, lalu diolah dan hasilnya dijadikan interior,” ungkapnya.
Kedua, Karya Baru Studio, yang memamerkan perjalanan perkuliahan dari setiap kampus dengan tujuan saling mengetahui dan belajar antar delegasi terkait perkuliahan dan karya. Ketiga, Karya Baru Bersama, dari semua delegasi membuat karya bersama dengan target desa wisata atau membantu masyarakat di sekitar.
“Jadi karya yang dihasilkan bukan hanya estetika saja, tetapi juga fungsional dan berguna untuk masyarakat sekitar. Untuk Karya Baru Bersama dikerjakan bareng-bareng oleh semua delegasi. Karya itu disebar di beberapa titik di desa wisata seperti Tamansari, Pasar Ngasem dan lainnya,” katanya.
BACA JUGA: Rayakan Hari Batik, Pemkot Gelar Pameran hingga Lomba
Dia berharap melalui kegiatan ini para mahasiswa dari setiap delegasi dapat saling belajar dalam mengolah desain berdasarkan karakter di masing-masing kota. “Bisa mempelajari seperti apa karya yang dihasilkan dari universitasnya,” kata dia.
Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Bandung, Iqbal Jasir Fauzi, dalam pameran kali ini membawa karya yang berjudul Sustainable Living Room dengan gaya kontemporer minimalis. “Kami mengambil tema sustainable karena mengganti penggunaan kayu asli dengan kayu sintetis atau material dengan corak yang sama,” ujarnya.
Maka tim ini banyak menggunakan PVC, SPC dan HPL untuk material pengganti kayu baik di atap, dinding maupun lantai. “Agar keberlangsungan alam bisa terjaga karena tidak menggunakan kayu. Di sisi lain harga kayu asli lebih mahal. Sedangkan target kami konsumen menengah ke bawah,” ungkapnya.
Secafra fungsional, konsep living room yang dirancang bertujuan untuk menyambut tamu dengan titik berat pada wall treatment. “Ada beberapa wall storage yang bisa digunakan untuk hiasan, buku, sepatu di bagian bawah,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.