Lowongan PPPK di Kulonprogo, 381 Formasi Diperebutkan 953 Pendaftar

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Jum'at, 13 Oktober 2023 17:27 WIB
Lowongan PPPK di Kulonprogo, 381 Formasi Diperebutkan 953 Pendaftar

Tenaga Honorer - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kulonprogo telah menerima total 953 pendaftar pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dari total 381 formasi yang dibuka.

Kepala BKPP Kulonprogo, Sudarmanto mengatakan jumlah 953 tersebut merupakan pendaftar yang telah mengunggah berkas pendaftaran ke aplikasi pendaftaran.

Dia mengatakan penutupan pendaftaran yang semula tanggal (9/10/2023) mundur menjadi tanggal (11/10/2023). Hal tersebut mengacu pada surat BKN Nomor 9386/B-KS.04.01/SD/E/2023 tanggal 9 Oktober 2023 Perihal Penyesuaian Jadwal Pelaksanaan Seleksi CASN Tahun Anggaran 2023.

"Sempat ada pengunduran jadwal dari pusat semula tanggal 9 menjadi 11 Oktober 2023. Progess update data pelamar PPPK sampai pagi [11/10/2023] untuk PPPK Guru ada 245 orang yang telah submit," kata Sudarmanto, Jumat (13/10/2023).

Sudarmanto menambahkan untuk PPPK tenaga teknis ada 440 pendaftar, sedangkan PPPK tenaga kesehatan (nakes) ada 268 orang. Dari jumlah pendaftar tersebut hanya formasi tenaga guru yang masih kekurangan pendaftar.

BACA JUGA: Hendak Beli Elpiji, Sebuah Mobil Terbakar di Sleman

Formasi PPPK tenaga guru dibuka untuk 247 formasi, lalu tenaga teknis ada 82, dan tenaga kesehatan ada 52.

Setelah penutupan pendaftaran, BKPP kemudian melakukan verifikasi berkas pendaftaran. Verifikasi akan mengarah pada berkas yang memenuhi syarat administrasi (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS). Barulah BKPP akan mengumumkan pendaftar yang lolos verifikasi administrasi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastawa, mengatakan bahwa satuan pendidikan jenjang sekolah dasar (SD) masih kekurangan guru untuk mata pelajaran (mapel) agama dan olahraga.

“Jenjang SD masih kekurangan guru olahraga sekitar 30 orang. Kekurangan guru agama sekitar 30 orang juga,” kata Arif.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdikpora Kulonprogo, Dorojatun Kuncoroyakti, mengatakan sekolah jenjang menengah pertama (SMP) masih kekurangan banyak guru.

"Kami masih kekurangan banyak guru. Soalnya hampir semua mapel [mata pelajaran] kekurangan guru, kecuali bahasa Inggris. Data yang saya peroleh tahun 2023, [total] kekurangan 173 guru," kata Kuncoroyakti.

Begitu pun dengan tenaga kesehatan (nakes) juga kekurangan. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, Sri Budi Utami. "Secara umum tenaga kesehatan di Kulonprogo masih kurang," kata Sri.

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online