Becak Listrik di Jogja Dinilai Nyaman, Rem Baru Tingkatkan Keamanan
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Sejumlah pelajar di Bantul diamankan pihak kepolisian karena terlibat dalam aksi provokasi. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul pun mendorong sekolah untuk memperbanyak kegiatan bakat dan minat pelajar.
“Ini [upaya penanganan kenakalan remaja] juga ditingkatkan berbagai kegiatan yang bisa menyalurkan bakat, kemampuan, pengembangan diri peserta didik termasuk dalam kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan kesiswaan,” kata Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko melalui telepon, Minggu (15/10/2023).
BACA JUGA: Enam Remaja Digelandang Warga saat Hendak Tawuran, Ternyata Pelajar Sekolah Ini
Dengan begitu, katanya, pelajar dapat mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat yang dapat menyalurkan minat dan bakatnya. “Harapannya waktu anak full atau penuh dengan kegiatan yang positif terkait pengembangan bakat dan pengembangan diri maupun organisasi,” katanya.
Dia menyampaikan pencegahan kekerasan yang dilakukan remaja dalam satuan pendidikan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No.46/2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
“Kami terus menyampaikan sosialisasi [Permendikbudristek No.46/2023], memberikan himbauan kepada sekolah untuk selalu diingatkan [pencegahan kekerasan pada satuan pendidikan]. Kita juga prihatin masih ada terjadi [pelajar terlibat kekerasan]. Semoga semakin kondusif,” kat
Menurutnya saat ini beberapa satuan pendidikan juga telah mendeklarasikan sebagai Sekolah Anti Gank, Anti Kekerasan, Anti Perundungan, Anti Pergaulan Bebas dan Anti Narkoba.
Beberapa sekolah yang telah melakukan deklarasi antara lain SMPN 2 Pleret dan SMPN 2 Kretek. Deklarasi tersebut, sambung Isdarmoko menjadi komitmen sekolah untuk dapat menjalankan sistem belajar mengajar dengan baik. “Kita berharap nanti pelajar ya belajar, dengan kegiatan pengembangan diri,” katanya.
Menurut dia kenakalan remaja merupakan tanggungjawab bersama untuk menanganinya. Karena itu dalam pencegahan kekerasan yang melibatkan pelajar, pihaknya juga telah bekerjasama dengan pihak kepolisian, forum koordinasi pimpinan daerah Kabupaten Bantul [Forkopimda], panewu, lurah, polsek, dan koramil.
“Sehingga kita bersama-sama, karena ini masalah kita bersama. Kejadian bukan hanya pada jam sekolah, bisa di malam hari, sehingga kita menjalin kemitraan dengan berbagai instansi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.