Rumah Aman Hangayomi Jiwo Diluncurkan untuk Perempuan Korban Kekerasan dan KTD di DIY

Sunartono
Sunartono Jum'at, 20 Oktober 2023 09:37 WIB
Rumah Aman Hangayomi Jiwo Diluncurkan untuk Perempuan Korban Kekerasan dan KTD di DIY

Peluncuran rumah aman bagi perempuan DIY ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi (YRKS) dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY disaksikan Paniradya Kaistimewan DIY, Kamis (19/10/2023). /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—DIY meningkatkan layanan penanganan kekerasan berbasis gender dan Kehamilan yang Tidak Dikehendaki (KTD) melalui pendirian rumah aman perempuan, Hangayomi Jiwo.

Peluncuran rumah aman bagi perempuan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Yayasan Rumah Kasih Sekartaji Ayuwangi (YRKS) dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY disaksikan Paniradya Kaistimewan DIY, Kamis (19/10/2023).

Pendiri YRKS Sekartaji Ayuwangi menjelaskan pembangunan rumah aman perempuan ini berawal dari rangkaian kegiatan Woman Support Woman sejalan banyak kasus perempuan mengalami kekerasan dan KTD. Temuannya sebagian besar perempuan ini umumnya tidak mendapat dukungan keluarga dan mendapat stigma negatif dari masyarakat. Rumah aman perempuan bernama Hangayomi Jiwo ini bertujuan memberikan perlindungan bagi perempuan korban KTD.

BACA JUGA : 123 Anak di Sleman Jadi Korban Kekerasan, Mayoritas Perempuan

“Selain menyediakan rumah tinggal sementara sekaligus mendampingi untuk membangun kecerdasan emosional, spiritual dan intelektual terkait perempuan dan ibu. Prioritas kami untuk korban KTD yang mendapat stigma negatif dan tidak mendapat dukungan. Kondisi-kondisi ini memperburuk kondisi mental bahkan kematian”, katanya dalam rilis Jumat (20/10/2023).

Direktur PKBI DIY Budhi Hermanto menambahkan rumah aman ini sangat dibutuhkan untuk perempuan di DIY. Keberadaaannya bisa dimanfaatkan bagi korban kekerasan dan KTD yang kerap mendapatkan stigma negatif.

“Perempuan korban kekerasan seksual, maupun mereka yang mengalami KTD sangat membutuhkan rumah aman ini sebagai bagian dari pemenuhan Hak atas Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Kami mendukung dan siap bekerja sama,” ujarnya.

BACA JUGA : Kasus Kekerasan pada Anak di Jogja Meningkat, Ini Penyebabnya

Kabag Pelayanan dan Umum Paniradya Pati Keistimewaan Yogyakarta, Ariyanti Luhur Tri Setyarini yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan pembangunan rumah aman perempuan ini selaras dengan tujuan keistimewaan Yogyakarta. “Semangat gotong royong dan kerja sama membantu masyarakat, utamanya perempuan adalah pengejawantahan tata nilai sosial keistimewaan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online