JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menyalurkan bantuan stimulan untuk pembangunan jamban sehat di masyarakat. Meski sudah tidak ada lagi warga yang buang air besar (BAB) sembarangan, tetapi nyatanya hingga kini masih ada warga yang menumpang buang air besar (BAB) ke keluarga lain.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan ada 150 keluarga yang mendapatkan bantuan jamban sehat melalui program bantuan keuangan khusus. Kesemuanya diberikan kepada warga di Kapanewon Ponjong, di antaranya 16 titik di Kalurahan Sawahan, 49 titik di Kalurahan Genjahan dan Umbulrejo sebanyak 45 penerima.
“Masih ada 40 penerima lainnya. Tetapi, masih proses penetapan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X. setelah selesai maka akan disalurkan untuk tahap kedua,” kata Dewi kepada wartawan di sela-sela penyaluran bantuan di Kalurahan Genjahan, Jumat (20/10/2023).
Dia menjelaskan, program ini tidak hanya untuk meningkatkan sanitasi Kesehatan di masyarakat. Tetapi juga sebagai bagian dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Gunungkidul.
Seperti dikutip dari Peraturan Bupati No.100/2022 tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah, di Gunungkidul masih ada 120.672 keluarga dalam kategori miskin. Sebagian besar sudah memiliki fasilitas jamban sehat.
BACA JUGA: Kemiskinan Jadi Kendala Masyarakat Kulonprogo Tak Punya Jamban Sehat
Meski demikian, masih ada sekitar 3.764 KK menggunakan fasilitas jamban sehat model sederhana dan ada 5.945 KK yang menggunakan jamban umum atau pemanfaatannya digunakan secara bersama-sama. Adapun 647 keluarga belum memiliki fasiltias jamban sehat.
“Untuk buang air sembarangan sudah tidak ada. Tapi, memang untuk fasilitas jamban sehat masih butuh penambahan sehingga ada program pemberian bantuan ke Masyarakat,” kata Dewi.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, didalam program jamban sehat ini, setiap keluarga penerima manfaat memeroleh bantuan stimulant Rp3 juta. Diharapkan dana yang diberikan dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk melengkapi fasilitas sanitasi yang baik di lingkungannya.
“Peruntukannya membangun sarana jamban sehat. Jadi, jangan sampai bantuan digunakan membeli rokok atau yang lainnya. Tolong dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.
Thailand pangkas masa tinggal bebas visa jadi 30 hari mulai 15 September 2026. WNI tetap bebas visa, aturan masuk darat lebih fleksibel. Simak selengkapnya!
Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif Hadapi Digitalisasi
Google dikabarkan akan memindahkan seluruh produksi Pixel, smartwatch dan earbud dari China mulai 2027. India dan Vietnam menjadi basis baru.
Penelitian Berkeley Lab menemukan atap mobil perak bisa 25 derajat Celsius lebih dingin dari mobil hitam. Simak pengaruh warna terhadap panas kabin.