Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM pada Jumat (20/10/2023)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Memperingati Dies Natalis ke-60, Fakultas Kehutanan UGM menggelar Rapat Senat Terbuka yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar.
Fakultas Kehutanan UGM, kata Siti memiliki sejarah panjang dalam karya dan pemikiran yang menjadi rujukan dan sumber ilmu pengetahuan terkait kehutanan. "Saya menjadi saksi bahwa kampus UGM mewarnai secara mendasar penyelenggaraan negara," tutur Siti pada Jumat (20/10/2023) di Grha Sabha Pramana UGM.
Dalam pidatonya, Siti sempat membahas berbagai turbulensi dan tantangan pengelolaan hutan. Harapannya, Sivitas akademika dan alumni Fakultas Kehutanan UGM dapat terus mendukung pemerintah dalam mengatasi turbulensi, memperkuat paradigma pengelolaan hutan secara lestari.
BACA JUGA: Santer Isu Gibran Jadi Cawapes Prabowo, Elite PDIP Kunjungi Megawati
"Tantangan pengelolaan sumber daya hutan akan terus bertambah, turbulensi-turbulensi baru akan terus bermunculan. Mari kita elaborasi langkah lanjut untuk menghadapi berbagai tantangan," ungkapnya.
Siti juga sempat menyinggung pertumbuhan populasi manusia yang menjadi salah satu faktor penting dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup dan manusia dengan hutan. Pada saat populasi manusia masih sedikit dan kegiatan manusia tidak berpengaruh secara signifikan terhadap lingkungan dan kondisi hutan, maka lingkungan hidup dan hutan menjadi lebih mudah pulih karena tingkat gangguannya minimal.
Namun di era masa kini, kebutuhan akan sumber daya alam meningkat. Tak hanya itu kebutuhan akan lahan juga terus meningkat sampai saat ini. "Dalam menyikapi dinamika pertumbuhan dan perkembangan sosial yang terjadi, teori perubahan menjadi salah satu kerangka pikir yang efektif dalam mendukung pemikiran strategis," ujarnya.
BACA JUGA: Kapan Deklarasi Gibran sebagai Cawapres Prabowo Dilaksanakan? Ini Jawabannya
Di sisi lain, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta mengungkapkan bahwa Dies Natalis kali ini menjadi titik tolak untuk peningkatan kualitas pengetahuan ilmu kehutanan. Khususnya agar hutan tropis tetap lestari sehingga dapat tetap berkontribusi secara optimal dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.
"Tema yang dipilih merefleksikan perjalanan sejarah Fakultas Kehutanan UGM yang didirikan pada tahun 1963 dalam mendukung pengelolaan hutan Indonesia yang lestari dan menjamin fungsi ekosistem serta jasa lingkungan hutan Indonesia untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
9 WNI relawan Gaza dibebaskan dari Israel. Pemerintah pastikan mereka dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
Polres Bantul sita 256 botol miras ilegal dari tiga lokasi. Tiga pelaku diamankan dalam operasi dua hari.
Satgas PASTI hentikan CANTVR dan YUDIA. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu, masyarakat diminta waspada.
Kemendag minta UMKM laporkan pungli dan gangguan usaha. Pemerintah janji lindungi pelaku usaha kecil.