Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Proyek JJLS/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tersambungnya Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di pesisir Gunungkidul diperkirakan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Berbagai program dipersiapkan oleh Pemkab Gunungkidul untuk menyambut peluang ini.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, pembangunan JJLS akan berdampak signifikan terhadap upaya pengembangan di sektor pesisir. Di 2024 sudah dipersiapkan berbagai program untuk mendukung dalam pengembangan Kawasan.
Menurut dia, dari sisi regulasi sudah menyiapkan program penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Pantai Selatan di bagian tengah. keberadaan aturan ini menjadi kunci karena akan memperjelas dari sisi peruntukan maupun ases kemanfaatan.
“Tata ruangnya akan lebih didetailkan lagi sehingga akan semakin jelas peruntukannya,” kata Aldian, Jumat (27/10/2023).
Persiapan tidak hanya dari regulasi, namun di tahun depan juga ada sejumlah program kegiatan yang dijalankan. Sesuai perencanaan yang dibuat akan dilakukan pembangunan tempat penangkaran dan konservasi satwa lokal.
Keberadaan tempat konservasi tidak hanya untuk pelestarian satwa, namun juga berpotensi pengembangan wisata. “Lokasinya berada di Giritirto, Kapanewon Purwosari,” katanya.
BACA JUGA: Sudah Diaspal, Kini JJLS Pansela Gunungkidul Sudah Tersambung
Menurut Aldian, tersambungnya JJLS juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata dikarenakan akses menuju destinasi jadi lebih banyak. Potensi melonjaknya kunjungan harus diantisipasi dengan tujuan pengunjung tetap bisa diberikan rasa aman dan nyaman.
Selain itu, juga ada kesiapan event untuk menunjang daya Tarik wisata. Salah satunya dengan konsep beach an run yang melibatkan pengunjung.
“Konsep pengembangan yang dilakukan juga disesuaikan dengan program dari Pemerintah DIY untuk menjadikan pesisir sebagai halaman depan. Secara simultan program terus dijalankan untuk mendukung pengembangan Kawasan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.