Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Olahraga Ngalar Blarak yang digelar di Pantai Glagah, Kulonprogo, Sabtu (28/10/2023)./ Antara/ HO-Humas Pemkab Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan Festival Nglarak Blarak ataumenyeret pelepah daun kelapa di Pantai Glagah, Sabtu (28/10/2023). Kegiatan tersebut untuk melestarikan olahraga tradisional dan juga menarik kunjungan.
Tradisi yang sudah berjalan sejak zaman dulu tersebut bakal dipatenkan sebagai salah satu atraksi budaya Kulonprogo.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengatakan Nglarak Blarak merupakan jenis olahraga tradisional murni yang digali dari kearifan lokal Kabupaten Kulonprogo.
“Sekilas kami sampaikan bahwa Nglarak Blarak ini mengambil latar belakang dari penderes nira di Kulonprogo. Dari aktivitas ini, kemudian kita buat sebuah permainan yang dibubuhi aturan baku supaya menjadi olahraga tradisional,” kata Joko.
Ia mengatakan sejak diciptakannya Nglarak Blarak, olahraga tradisional ini telah meraih beberapa prestasi di antaranya menjadi juara 2 dalam kompetisi nasional pada 2014 dan meraih juara 1 pada ajang TAFISA World Games 2016 mewakili Indonesia.
"Kami berharap Nglarak Blarak lahir menjadi identitas lokal Kulonprogo yang telah mendunia dan harus dilestarikan," katanya.
BACA JUGA: Bintang Bollywood Shaheer Sheikh Ramaikan HUT ke-72 Kulonprogo di Alun-Alun Wates
Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti berpesan supaya olahraga tradisional Nglarak Blarak dapat dipatenkan.
“Terus terang saya baru pertama kali menyaksikan Nglarak Blarak. Ini perlu dipatenkan. Karena kalau ini menjadi salah satu atraksi budaya di Kulonprogo, saya kira ini bisa menjadi sesuatu yang kemudian bisa dibanggakan oleh Kabupaten Kulonprogo dan memang perlu ada legalitas,” kata Ni Made.
Menurut dia, pemain Nglarak Blarak didominasi oleh muda-mudi, sehingga dapat menjadi tempat penyaluran energi positif.
Dalam permainan Nglarak Blarak, para pemain diajarkan untuk bekerja sama, cekatan dan mengambil inisiatif.
"Kami kira kegiatan positif ini harus kita lestarikan dan beri semangat terus, apalagi yang berkecimpung adalah anak-anak muda. Ini dapat menjadi satu kegiatan yang bisa kemudian mengalihkan dari kegiatan-kegiatan negatif,” kata Ni Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.