Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Prosesi pembukaan Cupu Panjala di Padukuhan Mendak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Senin (31/10/2023). – ist/Polsek Panggang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tradisi pembukaan Cupu Kiai Panjala atau Cupu Panjala di Padukuhan Mendak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, berlangsung Senin (30/10/2023) hingga Selasa (31/10/2023) tengah malam. Prosesi berjalan dengan lancar dan total ada 57 gambar yang keluar dalam pembukaan kain kafan pembungkus cupu.
Lurah Girisekar, Sutarpan mengatakan pembukaan cupu merupakan tradisi yang berlangsung rutin dan sudah berjalan secara turun temurun. Antusiasme warga yang melihat juga tinggi sehingga panitia menyediakan tenda-tenda di depan rumah yang menjadi lokasi pembukaan.
“Yang masuk dibatasi. Jadi, pengunjung menunggu dari luar dengan mendengarkan melalui pengeras suara,” kata Sutarpan kepada wartawan, Selasa.
Cupu Panjala berbentuk cawan kecil berjumlah tiga dengan ukuran berurutan yaitu besar, sedang dan kecil. Cupu paling besar dinamakan Semar Tinandhu, berukurang sedang Kalang Kinantang dan Kenthiwiri yang paling kecil. Tiga cawan ini dianggap magis oleh penduduk Gunungkidul.
Semar Kinandu merupakan gambaran keadaan penguasa dan pejabat tinggi. Cupu Palang Kinantang sebagai gambaran untuk masyarakat menengah ke bawah dan Cupu Kenthiwiri untuk menggambaran rakyat jelata.
Dibungkus kain kafan belasan lapis, setiap waktu tertentu pembungkusnya dibuka dan dibaca gambarnya. Prosesinya sama dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Setiap tamu yang hadir diberikan kenduri makan dua kali. Hidangan pertama dimakan sendirian dan yang kedua, hindangan sepiring dimakan berdua.
BACA JUGA: Penyelundupan Puluhan Motor dan Mobil Ilegal ke Timor Leste Digagalkan
Setelah acara kenduri selesai dilanjutkan pembukaan tiga cupu yang terbungkus kain kafan. Pada saat dibuka total 57 gambaran yang muncul. Usai dibuka ketiga cupu dikembalikan ke dalam peti kemudian dibungkus dengan kain kafan yang telah disediakan. Selanjutnya, bungkusan ini dikembalikan ke tempat penyimpanan di dalam rumah.
Berikut hasil gambaran bukaan cupu yang berlangsung tadi malam:
Setelah kain penutup terbuka semua. Juru kunci cupu, Dwijo Sumarto langsung membuka peti yang berisikan tiga cupu. Cupu Semar kinandu letaknya doyong ke barat. Kenthi wiri doyong ke timur dan Palang Kinantang menghadap ke atas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Oase Malioboro hadir sebagai destinasi wisata baru di Jogja dengan pertunjukan seni, budaya Jawa, teknologi imersif, dan ruang hijau.
Simulasi UMP 2027 jika naik 9,5% menempatkan upah minimum Jogja sebesar Rp2,64 juta. Cek proyeksi 38 provinsi lainnya.
Cheers Water mendukung Erafone Run 2026 di Museum Gunungapi Merapi dengan menyediakan air mineral dan fasilitas water station untuk memenuhi kebutuhan hidrasi r
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (1/11/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Sebanyak 4.500 pelari mengikuti Erafone Run 2026 Jogja Series di Museum Gunungapi Merapi dengan konsep Sunset Road Run yang memadukan olahraga, wisata, hiburan,