Malioboro Bakal Bebas Rokok Total, Pelanggar KTR Langsung Didenda
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Ilustrasi pentas gejog lesung./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Hidupkan sisi barat Kabupaten Bantul, pembangunan Taman Budaya Bantul terus dilakukan. Saat ini pembangunan tersebut tengah memasuki tahap review Detail Engineering Design (DED). Diperkirakan tahap tersebut dapat rampung akhir tahun ini.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto menyampaikan pembangunan Taman Budaya Bantul terus dilakukan. “Taman Budaya Bantul progres sampai saat ini tahun ini diperlukan review DED. Insyaallah selesai tahun ini,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (31/10/2023).
Tahun lalu, menurutnya, DED Taman Budaya Bantul telah dirancang pada akhir 2022, tetapi ada beberapa penyesuaian sehingga proses tersebut berlanjut pada tahap review DED hingga saat ini.
Dalam tahap review DED, menurut dia ada beberapa saran dari Dewan Pertimbangan dan Pelestarian Warisan Budaya (DP2WB) DIY. “Kemarin masukan DP2WB DIY ada beberapa hal yang perlu direvisi [DED], untuk tidak meniru atau mencontoh bentuk yang menjadi kepunyaan Kraton [Jogja], tetapi kami tetap mengacu pada beberapa arsitektur Jawa,” katanya.
Dia pun berharap Taman Budaya Bantul tersebut dapat menjadi tempat bagi pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Kabupaten Bantul. Taman Budaya Bantul akan dibangun dengan dilengkapi dengan pendopo, panggung terbuka, panggung tertutup, ruang pamer, dan ruang pelatihan.
“Taman budaya kita berharap disitu nanti bisa menjadi tempat untuk pelestarian dan pengembangan. Sehingga di situ nanti akan diadakan selain untuk pentas, akan diselenggarakan pelatihan yang diselenggarakan Pemda atau komunitas seni budaya di Kabupaten Bantul,” katanya.
Dia pun berharap pembangunan Taman Budaya Bantul dapat menghidupkan Kabupaten Bantul sisi selatan. “Kami berharap dengan berdirinya Taman Budaya di Pajangan akan bisa lebih membuka wilayah Bantul barat lebih hidup lagi. Kita juga sudah ketahui bersama Bantul sisi tengah dan timur sudah berkembang, sekarang menjadi tugas kita bersama untuk wilayah Bantul Barat,” katanya.
BACA JUGA: Tari Pertunjukan Nyantrik Akan Tampilkan 20 Penari Muda Jogja
Nantinya Taman Budaya Bantul akan dibangun pada lahan seluas 4,9 hektar di Kamijoro, Sendangsari, Pajangan, Bantul. “[Status lahan] semua milik masyarakat yang telah dibebaskan, sekarang tanah sudah clear, tinggal tunggu sertifikat,” katanya.
Terkait dengan anggaran, menurut Nugroho masih belum dipastikan karena masih dalam tahap review DED. “Itu nanti masih menunggu masih DED, kepastiannya [nilai anggaran] setelah review DED jadi,” katanya.
Dari DED yang telah dirancang dan kurung waktu pekerjaan pembangunan Taman Budaya di kabupaten lainnya, menurut Nugroho diperkirakan pembangunan Taman Budaya Bantul akan berlangsung selama 3 tahun. Dia pun berharap tahun depan pembangunan dapat dimulai.
“Kami berharap begitu [pembangunan mulai 2024]. Semoga nanti bisa disetujui. Ini belum tahu mulainya kapan, apakah 2024 atau 2025, kami masih menunggu ketoknya anggaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Lonjakan penumpang kereta saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus capai 778 ribu tiket. Jogja jadi tujuan favorit masyarakat.
Polisi gerebek rumah di Bantul yang diduga jual miras oplosan. Lima botol disita, operasi terus digencarkan tekan peredaran ilegal.
Ilmuwan China berhasil kloning 6 kambing perah super dengan produksi susu tinggi. Terobosan ini percepat pembiakan dan dukung ketahanan pangan.
Prancis umumkan skuad Piala Dunia 2026. Camavinga dan Kolo Muani dicoret, Mbappe tetap jadi andalan utama Les Bleus.