27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Pelajar SMKN 1 Pundong memasang EWS di Dusun Pengkol, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Rabu (1/11/2023).
Harianjogja.com, BANTUL–Peduli terhadap mitigasi bencana, SMKN 1 Pundong memasang Early Warning System (EWS) Detektor Banjir di Imogiri, Bantul.
Kepala Sekolah SMKN 1 Pundong, Sutapa menyampaikan sekolahnya memberikan bantuan satu unit EWS bagi warga Dusun Pengkol, Sriharjo, Imogiri, Bantul. Menurut dia, pemberian bantuan EWS tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga di sekitar Sungai Oyo terhadap bencana banjir.
“Kami survei datang ke lokasi, ternyata yang diperlukan alat itu yang dipasang, karena di tepi sungai, saat banjir besar [Sungai Oyo] juga termasuk daerah yang besar dampaknya,” katanya, Rabu (1/11/2023).
Dia menyampaikan proses pembuatan EWS tersebut sekitar 1-2 minggu. Dalam proses pembuatan EWS melibatkan dua siswa jurusan Teknik Elektronika dan seorang guru pendamping. “Tidak ada kendala [pembuatan EWS]. Namun kami terus mendampingi,” katanya.
Menurut Sutapa setelah diberikan EWS, setiap tahun saat memasuki musim penghujan pihaknya selalu melakukan pengecekan terhadap kondisi EWS. Dengan begitu, dia berharap ketika memasuki musim penghujan, EWS dapat berfungsi dengan baik.
BACA JUGA: Anak Umur 14 Tahun di Jogja Dijadikan Pekerja Seks, Dianiaya Muncikari lalu Lapor Polisi
Menurut Sutapa, SMKN 1 Pundong pertama kali berinisiatif untuk membuat EWS tahun 2017. Saat itu Sungai Oyo meluap akibat diterjang hujan. Peristiwa tersebut membuat SMKN 1 Pundong lantas memberikan bantuan EWS kepada warga yang terdampak banjir Sungai Oyo di Kalurahan Selopamioro, Imogiri, Bantul.
“Ketika banjir besar Sungai Oyo waktu itu [2017], kemudian kami punya inisiatif untuk mendedikasikan kepada masyarakat karya kami. Kebetulan di sana ada relasi yang mengajukan,” katanya.
Dia menuturkan, SMKN 1 Pundong, Bantul selama ini telah memproduksi beberapa produk inovasi lainnya antara lain alat pendeteksi tanah longsor tahun 2019, alat pendeteksi tsunami, dan alat penangkap hama wereng. Meskipun begitu, menurut dia lantaran status SMKN 1 Pundong belum Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), maka produk yang hasil inovasi siswa belum dapat diperjualbelikan.
“Sebenarnya nanti kalau kami sudah BLUD kami bisa bekerja sama dengan yang lain dan bisa dikomersialkan. Target kami pada 2024 kami sudah mendapatkan sertifikat BLUD, sehingga secara profit bisa dilakukan. Sejauh ini baru pembelajaran anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.