Gudang Calon KDMP Gunungkidul Dibobol, Kerugian Capai Rp17,5 Juta
Gudang proyek calon KDMP di Mulo, Wonosari dibobol maling. Peralatan senilai Rp17,5 juta raib, polisi masih menyelidiki pelaku.
Tenaga Kesehatan di RSUD Wonosari berfoto bersama dalam acara pemberian vaksinasi Hepatitis B yang berlangsung Rabu (8/11/2023)./ Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul menargetkan di tahap awal ada 400 tenaga Kesehatan yang diberikan vaksin Hepatitis B. Pelaksanaan vaksinasi pertama di RSUD Wonosari, Rabu (8/11/2023).
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pemberian vaksinasi Hepatitis B di Masyarakat bukan hal yang baru. Pasalnya, program ini wajib bagi bayi maupun balita.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit Hepatitis B di Masyarakat. Meski demikian, pemberian vaksin tidak hanya menyasar kalangan anak, tapi juga bagi kelompok tenaga Kesehatan di Gunungkidul.
“Sekarang sudah dimulai di RSUD Wonosari. Di tahap awal kami sediakan 400 dosis dan mudah-mudaha bisa menyassar ke ratusan nakes di Gunungkidul,” kata Dewi kepada warawan, Rabu siang.
Untuk pelaksanaan, ia tidak mematok target kapan harus selesai. Dia berdalih yang terpenting dapat terlaksana dan sasarananya akan semakin diperluas di tahap selanjutnya.
Menurut Dewi pemberian vaksin Hepatitis B ke nakes merupakan program dari Pemerintah Pusat. Salah satu dasar pemberian karena tenaga Kesehatan merupakan kelompok rentan yang berpotensi tertular karena sering bersinggungan dengan pasien penderita.
“Makanya diberikan vaksin ini. Tahap awal, khusus bagi tenaga Kesehatan yang sering menangani pasien Hepatitis B,” ungkapnya.
BACA JUGA: Dinkes Gelar Skrining, 11 Ibu Hamil di Kulonprogo Reaktif Hepatitis B
Meski mulai menyasar ke tenaga Kesehatan, Dewi memastikan pemberian vaksin tidak akan menyasar ke Masyarakat umum. Ia berdalih penularan Hepatitis B tidak seperti corona sehingga vaksin hanya diberikan ke kelompok rentan.
“Tenaga Kesehatan masuk rentan tertular karena sering menangani pasien. Misal berpotensi tertusuk jarum sehabis digunakan ke pasien hepatitis, jadi mendapatkan prioritas dalam vaksinasi agar tidak tertular,” katanya.
Direkrut RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, meski pelaksanaan vaksinasi terhitung mendadak, namun secara prinsip siap mendukung program ini. Vaksinasi pertama sudah dilaksanakan dan di RSUD ada sekitar 320 tenaga Kesehatan yang berhak mendapatkan vaksinasi Hepatitis B.
“Tidak semua nakes dapat vaksinasi di tahap awal karena diprioritaskan bagi nakes yang bersingungan dengan pasien,” katanya.
Menurut dia, sebelum divaksin juga ada skrening untuk mengetahui layak tidaknya mendapatkan suntikan imunisasi ini. “Sudah didata dan jumlahnya lebih sedikit dari 400 dosis yang disediakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gudang proyek calon KDMP di Mulo, Wonosari dibobol maling. Peralatan senilai Rp17,5 juta raib, polisi masih menyelidiki pelaku.
Super El Nino diperkirakan memicu lonjakan harga pangan global hingga 2028. Pemerintah Indonesia menyiapkan cadangan pangan untuk antisipas
Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menggelar Kotabaru Run 2026 untuk menyambut perayaan 100 tahun dengan semangat toleransi dan kebersamaan.
Gempa M4,1 mengguncang Jembrana, Bali, Senin malam. BMKG menyatakan gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY menyambut positif pernyataan KPK soal Mandala Krida, namun masih menunggu kepastian tertulis sebelum melanjutkan pembenahan stadion.
Kejagung memastikan tersangka Febrie Adriansyah masih berada di Indonesia, telah dicekal, dan bersikap kooperatif dalam proses hukum.