Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi./Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja membuat panduan layanan puskesmas untuk diimplementasikan di seluruh wilayahnya. Penyusunan panduan layanan puskesmas itu dikerjakan secara bersama dengan Fakultas Kesehatan UGM.
Panduan layanan itu dimaksudkan agar ada standar pelayanan kesehatan dasar di Kota Jogja. Kepala Dinkes Jogja Emma Rahmi Aryani menjelaskan melalui panduan tersebut juga jadi pegangan para petugas puskesmas untuk memberikan pelayanan agar mutu puskesmas di seluruh wilayahnya merata.
“Panduan pelayanan puskesmas disiapkan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang menerapkan kendali mutu kendali biaya dengan mempertimbangkan keselamatan pasien serta dengan memiliki pedoman baku minimum dengan mengutamakan upaya maksimal sesuai kompetensi dan sarana prasarana, peralatan serta obat-obatan yang ada,” jelas Emma, Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: 16 Puskesmas Jogja Terakreditasi Paripurna, Dinkes: Bukti Tingkatkan Layanan Kesehatan
Emma menerangkan panduan tersebut wajib diikuti oleh petugas puskesmas. “Sebenarnya itu bukan sebagai tuntutan malah jalan mempermudah pekerjaan, sifatnya memang harus diikuti operasionalnya,” terangnya.
Peningkatan layanan kesehatan dasar juga dilakukan DInkes Jogja dengan integrasi layanan primer. Program ini merupakan instruksi dari Kementerian Kesehatan dan fungsinya mengintegrasikan layanan posyandu dengan layanan kesehatan di atasnya dengan baik agar dapat mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. “Program ini diimplementasikan di Puskesmas Pembantu Tompeyan dan Giwangan,” kata Emma.
Baca Juga: Seluruh Puskesmas di DIY Siap Layani Penderita Sifilis
Dua puskesmas tersebut, jelas Emma, akan terintegrasi dengan posyandu di wilayahnya. “Posyandu akan diintegrasikan menjadi satu, yang mencakup semua siklus hidup yaitu balita, remaja, usia produktif dan lansia, dan akan dinamakan Posyandu Sengkuyung,” paparnya.
Baca Juga: Pemkot Jogja Lampaui Target Penurunan Stunting, Ini Strateginya
Emma menjelaskan melalui Posyandu Sengkuyung di dua wilayah itu akan makin mengefektifkan layanan kesehatan yang ada. “Karena semua orang dengan latar yang berbeda-beda dari anak-anak sampai lansia dapat mengaksesnya sehingga lebih efektif,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.