PSEL Mampu Olah 1.000 Ton Sampah, DPRD Bantul Tetap Ingatkan Warga
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Sejumlah petugas menggelindingkan bola besar saat Trophy Experience FIFA U-17 World Cup atau Piala Dunia U-17 di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/10/2023). – Antara/Didik Suhartono
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berharap pelaku industri pariwisata di wilayahnya bisa memanfaatkan agenda perhelatan Piala Dunia U17 untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke wilayahnya. Kompetisi yang berlangsung pada 10 November-2 Desember 2023 itu disebut bisa dimanfaatkan industri wisata Jogja untuk menarik pengunjung mancanegara.
Plh Kepala Dinas Pariwisata DIY Kurniawan mengatakan, lokasi perhelatan Piala Dunia U17 terdekat ada di Solo yang bisa dimanfaatkan pelaku perhotelan dalam menawarkan akomodasi mereka kepada para pengunjung. Lama tinggal wisatawan maupun belanja wisata pun akan ikut terdongkrak dengan adanya event itu.
"Sebetulnya dampaknya tentu berkaitan dengan mobilitas orang yang ke Jogja, Solo dan sekitarnya yang harapannya mereka bisa lama menginap di akomodasi kita, hotel, homestay atau yang lain. Kedua dampaknya yang kita harapkan terkait spending money mereka saat belanja di Jogja," kata Wawan, Minggu (12/11/2023).
Menurutnya, ukuran keberhasilan pariwisata sekarang sudah cenderung berubah dari yang semula kuantitas menuju kualitas. Beberapa faktor utamanya yakni diukur dengan lama tinggal wisatawan serta jumlah belanja wisata yang dikeluarkan saat mereka berkunjung ke suatu wilayah.
"Itu justru ukuran paling tinggi, makanya kami dituntut bagaimana bergeser dari kuantitas ke kualitas. Sebenarnya event besar itu bisa kita optimalkan sehingga dampaknya semakin besar dan tergantung juga dari kesiapan kita dalam menyiapkan diri, promosi produk kita agar berdaya saing dengan daerah lain," jelasnya.
BACA JUGA: Gaung Piala Dunia U-17 Kurang Semarak, Dampaknya Kurang Signifikan ke Wisata
Wawan menyebut, pelaku pariwisata Jogja sudah banyak yang menangkap peluang dari perhelatan Piala Dunia U17 ini. Mereka sudah ada yang menyiapkan dan menawarkan akomodasi. Terlebih di sektor ekonomi kreatif yang disebut masih perlu dioptimalkan agar lebih dikenal luas ke mancanegara.
"Sub sektor ekraf ini kan banyak ya ada 17, tidak hanya fesyen, kuliner atau kriya tapi juga foto, game itu saya kira jadi potensi yang luar biasa. Misalnya dikaitkan dengan aktivitas utama di Piala Dunia yaitu sepak bola dijadikan momentum dengan tren sekarang," ujarnya.
Wawan berharap kurang lebih satu bulan agenda Piala Dunia U17 bisa dimanfaatkan pelaku pariwisata untuk menambah kunjungan dan meramaikan penyelenggaraan acara itu di Jogja. Misalnya dengan menggelar acara sampingan yang juga berkaitan atau bersinggungan dengan Piala Dunia, sehingga semarak dan antusiasmenya jadi atraksi baru bagi pengunjung.
"Kita sebetulnya berharap ada side event yang bisa ditawarkan, karena Piala Dunia itu kan intinya sepak bola tapi kan ada side event yang bisa ditawarkan, tidak hanya sekedar menonton bola ya, ini yang mungkin bisa kita tawarkan karena event kita di November cukup banyak. Mungkin perlu dikoneksikan sehingga bisa menarik wisatawan kita ke Jogja," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.