Budi Asrori Resmi Jadi Sekda Kota Jogja, Hasto Beri Tugas Khusus
Budi Asrori resmi dilantik menjadi Sekda Kota Jogja. Wali Kota Hasto Wardoyo meminta mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan publik.
Ilustrasi dana./IIBI
Harianjogja.com, BANTUL—KPU Bantul menerima dana hibah untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul 2024 sekitar Rp38 miliar (tepatnya Rp38.699.411.000).
Ketua KPU Bantul, Joko Santosa menuturkan penerimaan dana hibah daerah tersebut telah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tentang Pemberian Dana Hibah untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bantul tahun 2024 pada Jumat (10/11/2023). “Kami alokasikan seluruhnya untuk tahapan Pilkada dengan penganggaran mulai tahap persiapan, penyusunan, hingga pelaksanaan Pilkada 2024,” katanya, Minggu (12/11/2023).
Penyusunan anggaran tersebut pun telah sesuai dengan Keputusan KPU No.543 tentang Standar dan Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran Kebutuhan Pilkada. Nantinya, anggaran tersebut dialokasikan untuk honor badan ad hoc mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat kalurahan, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Selain itu anggaran tersebut juga akan dialokasikan untuk penyusunan produk hukum, sosialisasi terkait penyelenggaraan Pilkada, kebutuhan penyimpanan logistik Pilkada, dan penyelenggaraan Pilkada 2024..
Dia menuturkan penandatanganan tersebut sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri bahwa NPHD ditandatangani paling lambat tanggal 10 November 2023.
Joko mengakui dana yang didapatkan lebih rendah daripada dana yang diajukan. Meski begitu, menurut dia telah dilakukan proses pembahasan sebelumnya, sehingga akhirnya disepakati bahwa anggaran yang dikeluarkan sesuai dengan dana yang diterima KPU Kabupaten Bantul saat ini.
“Proses sudah jauh [pembahasan anggaran hibah]. Sudah ada pembicaraan KPU [Bantul] bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah [TAPD], setelah cocok hitungan Rencana Anggaran Biaya [RAB] KPU Bantul, baru kemudian [ditetapkan nominal dana hibah],” katanya.
BACA JUGA: Anggaran Pilkada Gunungkidul Dijatah Rp15 Miliar, Penggunaan Menunggu Jadwal
Sebelumnya diketahui dana hibah yang diajukan oleh KPU Kabupaten Bantul untuk penyelenggaraan Pilkada 2024 senilai Rp.41,9 miliar. “Awalnya KPU menyerahkan RAB untuk Pilkada 2024 kami serahkan ke Pemkab Bantul melalui TAPD, setelah itu dilakukan proses sinkronisasi dan pencermatan oleh TAPD. Kemudian dikembalikan ke KPU untuk diselaraskan lagi, setelah itu kita bicara ulang. Akhirnya di titik temu di angka Rp.38,6 miliar,” ujarnya.
Dia pun berharap dengan anggaran tersebut dapat menyukseskan penyelenggaraan Pilkada tahun depan. “Semua kami gunakan untuk tahapan Pilkada 2024,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Budi Asrori resmi dilantik menjadi Sekda Kota Jogja. Wali Kota Hasto Wardoyo meminta mempercepat reformasi birokrasi dan pelayanan publik.
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
KAI mencatat 10 stasiun KA jarak jauh tersibuk pada semester I 2026. Stasiun Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 3,2 juta pelanggan.
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Komdigi memperingatkan 22 PSE yang belum mendaftar. Jika hingga 13 Juli 2026 belum patuh, layanan digital berisiko diblokir.
Pemkot Jogja masih mematangkan penataan Malioboro, termasuk becak listrik, akses kendaraan, dan perbaikan fasilitas water station.