Harga Bahan Baku Pigura di Sleman Melonjak, Penjualan Turun
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.
Ilustrasi sawah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) setempat mulai menyusun rencana tata tanam 2024.
Penyusunan rencana tata tanam dimulai dengan memperkirakan debit andalan atau debit rata-rata minimum yang terjadi secara terus menerus di sungai.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Kulonprogo, Hadi Priyanto mengatakan debit andalan diperkirakan dari data debit pada tahun-tahun sebelumnya yang kemudian dianalisis secara statistik.
Debit tersebut didapat dari Intake Kalibawang untuk sistem irigasi Kalibawang, lalu Bendung Pengasih Barat dan Timur. Selain itu juga untuk daerah irigasi Pekikjamal dan Bendung Papah.
DPUPKP juga menghitung debit andalan melalui metode perhitungan curah hujan untuk daerah-daerah irigasi kecil yang memanfaatkan sungai sebagai sumber airnya. “Untuk persiapan pola tata tanam tahun mendatang, data perhitungan didasarkan pada data debit dan curah hujan 10 tahun terakhir atau 2014-2023,” kata Hadi, Senin (13/11/2023).
Hadi menambahkan, dalam perencanaan tata tanam tersebut juga memerlukan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY. Data yang dia maksud meliputi data kelembapan udara, temperatur, durasi penyinaran matahari, dan kecepatan angin.
“Data dari BMKG tersebut sangat penting karena berkorelasi dengan perhitungan kebutuhan air irigasi baik untuk padi maupun palawija, salah satunya untuk perhitungan evapotranspirasi tanaman,” katanya.
BACA JUGA: Persiapan Musim Tanam, Petani di Girisubo Gunungkidul Mulai Olah Lahan
Proses selanjutnya, petani melalui perkumpulan petani pemakai air (P3A) akan mengusulkan rencana tata tanam yang dikehendaki. Usulan tersebut akan direkap dalam satu gabungan petani pemakai air (GP3A). “Rekapan usulan tata tanam digunakan untuk menghitung kebutuhan air apabila tata tanam tersebut dilaksanakan,” ucapnya.
Hadi menegaskan, hasil perhitungan debit andalan dan kebutuhan air akan dijadikan masukan yang penting dalam rapat Komisi Irigasi untuk menentukan pola tanam. Dalam rapat tersebut pembahasan mengarah kepada neraca air antara debit andalan yang ada dan kebutuhan air. Apabila terjadi defisit terhadap neraca air maka perlu ada keputusan dengan perubahan usulan tata tanam jika diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.
Pemkot Jogja masih mematangkan penataan Malioboro, termasuk becak listrik, akses kendaraan, dan perbaikan fasilitas water station.
Bupati Banyumas mengajak generasi muda melestarikan tradisi petungan Jawa melalui workshop yang membahas filosofi, weton, dan kearifan lokal.
Kelurahan Bumijo menggelar pelatihan ecoprint untuk meningkatkan keterampilan warga dan membuka peluang usaha berbasis bahan alami.
KPK menyita 12.000 dolar Singapura terkait kasus Kuansing, diduga bagian dari uang amplop yang dikembalikan Menteri Kehutanan.
Prediksi Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026, lengkap dengan susunan pemain dan peluang skor akhir.