Kopdes Merah Putih di Kota Jogja Tetap Beroperasi Meski Belum Punya Gerai
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Ilustrasi sawah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) setempat mulai menyusun rencana tata tanam 2024.
Penyusunan rencana tata tanam dimulai dengan memperkirakan debit andalan atau debit rata-rata minimum yang terjadi secara terus menerus di sungai.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPKP Kulonprogo, Hadi Priyanto mengatakan debit andalan diperkirakan dari data debit pada tahun-tahun sebelumnya yang kemudian dianalisis secara statistik.
Debit tersebut didapat dari Intake Kalibawang untuk sistem irigasi Kalibawang, lalu Bendung Pengasih Barat dan Timur. Selain itu juga untuk daerah irigasi Pekikjamal dan Bendung Papah.
DPUPKP juga menghitung debit andalan melalui metode perhitungan curah hujan untuk daerah-daerah irigasi kecil yang memanfaatkan sungai sebagai sumber airnya. “Untuk persiapan pola tata tanam tahun mendatang, data perhitungan didasarkan pada data debit dan curah hujan 10 tahun terakhir atau 2014-2023,” kata Hadi, Senin (13/11/2023).
Hadi menambahkan, dalam perencanaan tata tanam tersebut juga memerlukan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY. Data yang dia maksud meliputi data kelembapan udara, temperatur, durasi penyinaran matahari, dan kecepatan angin.
“Data dari BMKG tersebut sangat penting karena berkorelasi dengan perhitungan kebutuhan air irigasi baik untuk padi maupun palawija, salah satunya untuk perhitungan evapotranspirasi tanaman,” katanya.
BACA JUGA: Persiapan Musim Tanam, Petani di Girisubo Gunungkidul Mulai Olah Lahan
Proses selanjutnya, petani melalui perkumpulan petani pemakai air (P3A) akan mengusulkan rencana tata tanam yang dikehendaki. Usulan tersebut akan direkap dalam satu gabungan petani pemakai air (GP3A). “Rekapan usulan tata tanam digunakan untuk menghitung kebutuhan air apabila tata tanam tersebut dilaksanakan,” ucapnya.
Hadi menegaskan, hasil perhitungan debit andalan dan kebutuhan air akan dijadikan masukan yang penting dalam rapat Komisi Irigasi untuk menentukan pola tanam. Dalam rapat tersebut pembahasan mengarah kepada neraca air antara debit andalan yang ada dan kebutuhan air. Apabila terjadi defisit terhadap neraca air maka perlu ada keputusan dengan perubahan usulan tata tanam jika diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Moh Zaki Ubaidillah naik ke peringkat 25 dunia setelah menjadi runner-up French Open 2026. Leo/Daniel juga menembus 20 besar ranking BWF.
Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura absen dari Miss Universe 2026 di tengah perselisihan hak waralaba.
Simak kriteria penerima BSU berdasarkan aturan 2025, besaran bantuan, kelompok yang dikecualikan, dan cara memantau informasi BSU 2026.
Sinyal HP penuh tetapi internet lemot di tempat ramai? Kenali penyebab kepadatan jaringan dan empat cara untuk mengatasinya.
PSS Sleman tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama pekan ketujuh Super League 2026/2027. Dandy Sonriza mencetak gol, Stefan Ashkovski dikartu merah.