Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana latihan kedaruratan menghadapi bencana di Kemantren Kotagede, Minggu (12/11/2023). Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Kotagede mengadakan latihan penanggulangan kedaruratan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi saat musim penghujan. Latihan tersebut diikuti anggota Bumi Mataram Rescue (BMR) yang merupakan komunitas penanggulangan bencana di Kotagede, Jogja.
Kepala Jawatan Keamanan Kemantren Kotagede Muhammad Asman Noor menjelaskan latihan ini untuk menguatkan kapasitas anggota BMR dalam menghadapi kedaruratan dan bencana. “Kami mengundang dari BPBD Kota Jogja untuk dapat berbagi ilmu dan pengalamannya dalam penanggulangan kedaruratan dan bencana,” katanya, Senin (13/11/2023).
Baca Juga: Hadapi Potensi Bencana Selama Musim Hujan, BNPB: Perhatikan 4 Hal Ini
Asman menerangkan pelatihan yang dilakukan pada Minggu (12/11/2023) itu dirancang agar anggota BMR siap dalam memberikan pertolongan pertama saat peristiwa kedaruratan bencana terjadi. “Pelatihannya ada bagaimana menangani sesak napas, patah tulang, dan lainnya termasuk persiapan apa yang perlu dilakukan sebelum melakukan penanganan,” terangnya.
BMR Kotagede, jelas Asman, memiliki pengalaman dalam membantu terjadinya bencana di wilayahnya. “Peran BMR ini sangat strategis, dari pengalaman yang ada mereka selalu siap siaga saat bencana terjadi termasuk saat terjadi kecelakaan atau kebakaran sepanjang awal hingga pertengahan tahun ini,” ungkapnya.
Baca Juga: Musim Bencana, Warga Sleman Wajib Mewaspadai Lahar Hujan dan Angin Kencang
Belasan anggota BMR Kotagede yang mengikuti pelatihan ini, menurut Asman, sangat antusias memahami dan mempraktikkan latihan yang ada. “Latihan ini juga sebagai cara kami menjaga kekompakan antar anggota BMR dan stakeholder lain agar makin siaga menghadapi bencana,” jelasnya.
Sementara itu instruktur pelatihan BPBD Jogja M. Fauzi Amrullah mengapresiasi latihan tersebut. “Latihan seperti ini memang diperlukan agar saat menangani kedaruratan para petugas ini memiliki pemahaman yang komprehensif untuk menyelamatkan korban,” katanya.
Baca Juga: Cegah Longsor saat Musim Hujan, BPBD Minta Warga Tutup Rekahan Tanah
Fauzi menjelaskan pasalnya saat petugas kedaruratan tak memahami cara yang tepat menangani korban justru akan memperparah kondisi kedaruratan yang ada. “Jangan sampai malah korban dalam kedaruratan itu malah makin terluka karena salah menanggulangi,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.