Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Stasiun Meteorologi Jogja mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan angin kencang serta puting beliung, khususnya untuk wilayah Sleman.
Selain itu, Stasiun Meteorologi Jogja juga mengingatkan masyarakat Sleman, utamanya yang ada di lereng Gunung Merapi untuk mewaspadai fenomena banjir lahar hujan menjelang masuknya musim penghujan.
Kepala Stasiun Meteorologi Jogja Warjono mengatakan wilayah Sleman memiliki potensi bencana hidometerologi berupa angin kencang juga badai petir hingga menyebabkan pohon, baliho, atap rumah, papan reklame rusak akibat angin kencang. Selain itu pihaknya juga meminta kepada masyarakat Sleman utamanya yang ada di lereng Gunung Merapi untuk mewaspadai fenomena banjir lahar hujan.
BACA JUGA: Beredar Kabar Bihun Asal Tiongkok Bercampur Plastik Dijual di Indonesia, Cek Faktanya
"Untuk itu, masyarakat harus melakukan langkah mitigasi bencana. Masyarakat harus memperbaiki drainase untuk mencegah atau mengurangi risiko banjir, memangkas pohon yang dahan nya dirasa terlalu lebat, tidak membuang sampah di sungai yang dapat menghambat aliran air, dan mengikuti perkembangan terkini seputar kondisi cuaca," kata Warjono, Kamis (9/11/2023).
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan, pihaknya telah siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi. Sebab, diakuinya, Sleman memang rawan mengalami bencana, termasuk bencana hidrometeorologi selama musim hujan.
Kerawanan itu tidak hanya mencakup angin kencang, tapi juga tanah longsor dan pohon tumbang. Selain itu ada potensi aliran sungai meluap, genangan, dan banjir. "Kami meminta masyarakat untuk waspada cuaca ekstrem dari musim kemarau ke musim hujan," katanya.
Untuk potensi angin kencang, Makwan menyebut tidak hanya berpotensi terjadi di Mlati, tapi juga daerah lainnya, seperti Prambanan dan sejumlah Kapanewon di Sleman. "Merata. Karena semua pernah mengalaminya. Untuk itu kami minta mereka waspada," jelas Makwan.
Makwan meminta kepada masyarakat yang atap rumahnya terbuat dari seng dan galvalum untuk lebih waspada. "Kami minta mereka untuk memperkuat atap mereka," kata Makwan.
Selain itu, Makwan juga meminta kepada masyarakat melakukan langkah kesiapsiagaan, paling tidak sekarang sudah mulai memeriksa lingkungan rumah dan sekitarnya. Makwan juga menyarankan warga memangkas ranting dan dahan pohon yang sudah rapuh di sekitar lingkungan rumah.
"Jika pohon [milik] pribadi bisa dilakukan pemangkasan sendiri, tetapi kalau pohon perindang jalan maka bisa minta bantuan Dinas Lingkungan Hidup Sleman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Harga emas Pegadaian hari ini 23 Mei 2026 turun. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru di sini.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“Perseroan”), entitas anak PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menyetujui pembagian dividen sebesar Rp329,3 miliar atau 50%
Seekor penyu mati ditemukan terdampar di Pantai Parangkusumo Bantul. Bangkai satwa dilindungi itu sudah membusuk dan langsung dikubur petugas.