Keparakan Gelar Pelatihan Daur Ulang Anorganik dan Eco Brick
Pelatihan daur ulang anorganik dan eco brick di Keparakan dorong pengelolaan sampah rumah tangga lebih kreatif dan mandiri.
Ilustrasi APBD./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Realisasi belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul hingga pertengahan November 2023 cukup tinggi. Pemkab Bantul optimis realisasi anggaran akan tercapai hingga akhir tahun.
“Dilihat dari serapan belanja hingga 14 November [2023] sudah 87,05 persen. Tetapi itu dari anggaran murni, dari anggaran perubahan belum diperhitungkan,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul, Trisna Manurung melalui telepon, Selasa (14/11/2023).
Sementara menurut Trisna realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bantul telah mencapai 83,91 persen.
Diketahui pagu anggaran untuk pendapatan daerah Kabupaten Bantul tahun 2023 terdiri dari pagu anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp539.285.322.834, kemudian pagu anggaran pendapatan transfer mencapai Rp1.777.395.527.653, dan pagu anggaran pendapatan daerah yang sah lainnya senilai Rp.6.000.000.000. Sehingga pagu anggaran pendapatan daerah Kabupaten Bantul tahun 2023 mencapai Rp2.322.680.850.487.
Kemudian pagu anggaran untuk belanja daerah Kabupaten Bantul tahun 2023 terdiri dari belanja operasi mencapai Rp.1.870.048.042.213, belanja modal mencapai Rp.213.769.158.936, dan belanja tidak terduga mencapai Rp.26.756.589.146. Sehingga pagu anggaran belanja Kabupaten Bantul tahun 2023 mencapai Rp.2.110.573.790.295.
Dia menyampaikan saat ini beberapa pekerjaan tengah dalam proses pelaksanaan pekerjaan sehingga realisasi anggaran tersebut masih dalam proses.
BACA JUGA: Rasionalisasi APBD Bantul Capai Rp1,4 Miliar
Saat ini menurut dia bagi beberapa pekerjaan yang masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan, sehingga berdasarkan regulasi terbaru, pembayaran dapat diajukan setelah pekerjaan selesai, atau dapat diajukan uang muka di awal pekerjaan. Sehingga beberapa pekerjaan belum tercatat dalam realisasi anggaran Kabupaten Bantul. Dia pun berharap pada November 2023 pekerjaan tersebut telah rampung, sehingga pembayaran pekerjaan tersebut dapat segera dilakukan.
“Karena alasan regulasinya saja, apalagi perubahan [APBD Perubahan] 2023 ini baru berlangsung,” ujarnya.
Dia pun optimis realisasi anggaran akan sesuai dengan target APBD Kabupaten Bantul 2023.
“Harapannya Desember semuanya sudah mengajukan pencairan atau penyerapan anggaran. Paling lambat nanti minggu ke 3 Desember [2023] semua sudah mengajukan pembayaran, artinya pekerjaan sudah selesai,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatihan daur ulang anorganik dan eco brick di Keparakan dorong pengelolaan sampah rumah tangga lebih kreatif dan mandiri.
Renovasi Mandala Krida dikaji UGM selama 5 bulan. Tribun timur yang bergoyang jadi sorotan, Pemda DIY diminta hati-hati.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.