7 dari 10 Server PHP Indonesia Terancam, Ini Penyebabnya
Vaksincom menemukan 69,6% host PHP di Indonesia menggunakan versi kedaluwarsa. Kenali risiko PHP2Shell dan langkah mencegah peretasan.
Ilustrasi kegiatan dropping air bersih di Tempel dan Seyegan oleh BPBD Sleman/Istimewa-BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Kendati hujan sesekali sudah mengguyur sejumlah titik, tetapi Pemkab Sleman belum mencabut status darurat bencana kekeringan di Bumi Sembada. Status darurat bencana kekeringan yang ditetapkan sejak 31 Agustus 2023 tetap berlaku.
"Masih kami tetapkan, sambil menunggu perkembangan di lapangan," kata Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Selasa (14/11/2023).
Menurut Danang, selain sebaran hujan yang saat ini belum merata di wilayah Sleman, beberapa wilayah di Sleman juga masih mengajukan dropping air bersih. "Satu dua kan masih ajukan dropping. Karena hujan juga belum merata. Tetapi kami agak lega, hujan sudah turun, Selokan Mataram juga sudah mengalir walaupun volume debitnya tidak banyak," terang Danang.
Terkait dengan anggaran, Danang memastikan masih ada dan tidak ada masalah. "Anggaran masih lancar. Ada yang memang sudah pakai BTT (Belanja Tak Terduga). Karena sudah akhir tahun. Besaran BTT sekitar sepuluh sampai lima belas miliar," ucap Danang.
BACA JUGA: Masih Kekeringan! Status Darurat di Kulonprogo Diperpanjang
Sementara BPBD Sleman menyatakan sampai awal bulan November setidaknya ada sembilan kapanewon yang menjadi sasaran dropping.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro merinci kesembilan kapanewon yang menjadi sasaran dropping air adalah kalurahan Sidorejo dan Sendangagung untuk kapanewon Godean.
Untuk kapanewon Minggir ada di kalurahan Sendangarum, Sendangmulyo, Sendangrejo, dan Sendangsari. Untuk kapanewon Moyudan meliputi Sumberagung, Sumberarum, Sumberrahayu, dan Sumbersari.
Sedangkan untuk kapanewon Ngaglik ada kalurahan Donoharjo dan Sukoharjo yang masih minta dropping air. Serta kapanewon Pakem ada di kalurahan Hargobinangun. Kapanewon Seyegan ada di kalurahan Margodadi dan Margokaton. Untuk kapanewon Sleman ada di Kalurahan Tridadi dan Triharjo. "Kapanewon Tempel ada di kalurahan Banyurejo, Margorejo, dan Merdikorejo. Sedangkan kapanewon Turi ada di kalurahan Wonokerto," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksincom menemukan 69,6% host PHP di Indonesia menggunakan versi kedaluwarsa. Kenali risiko PHP2Shell dan langkah mencegah peretasan.
Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama ekspor gas Indonesia pada 2025. Simak volume dan pangsa ekspornya.
Moto3 Australia 2026 dibatalkan akibat cuaca buruk. Hakim Danish dan Veda Ega Pratama tetap terpaut delapan poin di klasemen.
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menguatkan langkah menuju standar internasional pada puncak perayaan Dies Natalis ke-17 yang digelar di Gedung T
Simak 10 rekomendasi mobil angkut barang untuk usaha, mulai dari Suzuki Carry, Gran Max, hingga Isuzu Traga, beserta spesifikasi dan estimasi harga.