Bill Gates Ingin AI Kena Pajak untuk Danai Pelatihan Pekerja
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Ilustrasi kegiatan dropping air bersih di Tempel dan Seyegan oleh BPBD Sleman/Istimewa-BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Kendati hujan sesekali sudah mengguyur sejumlah titik, tetapi Pemkab Sleman belum mencabut status darurat bencana kekeringan di Bumi Sembada. Status darurat bencana kekeringan yang ditetapkan sejak 31 Agustus 2023 tetap berlaku.
"Masih kami tetapkan, sambil menunggu perkembangan di lapangan," kata Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Selasa (14/11/2023).
Menurut Danang, selain sebaran hujan yang saat ini belum merata di wilayah Sleman, beberapa wilayah di Sleman juga masih mengajukan dropping air bersih. "Satu dua kan masih ajukan dropping. Karena hujan juga belum merata. Tetapi kami agak lega, hujan sudah turun, Selokan Mataram juga sudah mengalir walaupun volume debitnya tidak banyak," terang Danang.
Terkait dengan anggaran, Danang memastikan masih ada dan tidak ada masalah. "Anggaran masih lancar. Ada yang memang sudah pakai BTT (Belanja Tak Terduga). Karena sudah akhir tahun. Besaran BTT sekitar sepuluh sampai lima belas miliar," ucap Danang.
BACA JUGA: Masih Kekeringan! Status Darurat di Kulonprogo Diperpanjang
Sementara BPBD Sleman menyatakan sampai awal bulan November setidaknya ada sembilan kapanewon yang menjadi sasaran dropping.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro merinci kesembilan kapanewon yang menjadi sasaran dropping air adalah kalurahan Sidorejo dan Sendangagung untuk kapanewon Godean.
Untuk kapanewon Minggir ada di kalurahan Sendangarum, Sendangmulyo, Sendangrejo, dan Sendangsari. Untuk kapanewon Moyudan meliputi Sumberagung, Sumberarum, Sumberrahayu, dan Sumbersari.
Sedangkan untuk kapanewon Ngaglik ada kalurahan Donoharjo dan Sukoharjo yang masih minta dropping air. Serta kapanewon Pakem ada di kalurahan Hargobinangun. Kapanewon Seyegan ada di kalurahan Margodadi dan Margokaton. Untuk kapanewon Sleman ada di Kalurahan Tridadi dan Triharjo. "Kapanewon Tempel ada di kalurahan Banyurejo, Margorejo, dan Merdikorejo. Sedangkan kapanewon Turi ada di kalurahan Wonokerto," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bill Gates mengusulkan pajak khusus AI untuk melindungi pekerja dari dampak otomatisasi serta mendanai pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial.
Tujuh kambing warga Tepus, Gunungkidul, mati dengan luka gigitan diduga akibat serangan kawanan hewan liar di tengah kemarau
Polda Metro Jaya menetapkan 47 tersangka terkait kerusuhan di kawasan DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026. Tiga orang baru diamankan.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
BNPT mencatat 620 anak usia 11-18 tahun terpapar paham kekerasan dan radikalisme melalui media sosial hingga 26 Agustus 2026.
SPBU Mlati membatasi pembelian Pertalite 5 liter untuk motor. Pertamina menyebut kebijakan itu membantu mengurangi antrean dan menjaga kuota.