PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo memperpanjang status darurat kekeringan. Perpanjangan status tersebut dilakukan per 14 hari.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Winarta, mengatakan jajarannya telah menggelar konsolidasi dengan relawan kebencanaan di Kulonprogo guna menanggapi musim kemarau masih masih berlangsung.
BACA JUGA : 395 Tangki Air Bersih Tersalurkan ke Terdampak Kekeringan di Bantul
“Di Kulonprogo, tatkala musim kemarau, banyak kekurangan air bersih. Ini sudah kami atasi dengan dropping air yang melibatkan semua anggota TRC untuk bisa mencukupi air bersih yang ada. Status darurat kekeringan masih diperpanjang,” kata Winarta ditemui di Lapangan Kepek, Pengasih, Kulonprogo pada Senin (13/11/2023).
Winarta menambahkan perpanjangan dilakukan sejak Jumat (10/11/2023) dan akan berakhir sekitar tanggal (25/11/2023). Berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya, perpanjangan status saat ini dilakukan per 14 hari.
“Dropping air, saat ini, belum menurun atau masih cukup banyak kebutuhan. Meski sekarang sudah mau turun hujan dan apabila benar akan hujan dan hanya satu atau dua hari, ya belum mampu memberikan sumber air ke masyarakat,” katanya.
Winarta mengaku BPBD Kulonprogo masih akan melakukan dropping air apabila ada permintaan masuk. Wilayah yang masih membutuhkan air antara lain Kapanewon Samigaluh, Kokap, dan Girimulyo.
“Apabila semua wilayah sudah terpenuhi kebutuhan airnya. Dropping air akan kami hentikan,” ucapnya.
Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan telah memberi persetujuan perpanjangan status tanggap darurat kekeringan.
BACA JUGA : Dampak Kekeringan Air Tanah di DIY Menyusut, Wilayah Ini Terancam Krisis Air
Made menambahkan persetujuan tersebut dia berikan lantaran ada permintaan perpanjangan status, terutama masih ada sejumlah kapanewon yang mengajukan permintaan dropping air.
"Kami berharap masalah kekeringan bisa segera teratasi, apalagi sekarang sudah mulai hujan," kata Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.