DPRD Sleman Desak Pemkab Pastikan 4.278 ATS Kembali ke Bangku Sekolah
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo memperpanjang status darurat kekeringan. Perpanjangan status tersebut dilakukan per 14 hari.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Winarta, mengatakan jajarannya telah menggelar konsolidasi dengan relawan kebencanaan di Kulonprogo guna menanggapi musim kemarau masih masih berlangsung.
BACA JUGA : 395 Tangki Air Bersih Tersalurkan ke Terdampak Kekeringan di Bantul
“Di Kulonprogo, tatkala musim kemarau, banyak kekurangan air bersih. Ini sudah kami atasi dengan dropping air yang melibatkan semua anggota TRC untuk bisa mencukupi air bersih yang ada. Status darurat kekeringan masih diperpanjang,” kata Winarta ditemui di Lapangan Kepek, Pengasih, Kulonprogo pada Senin (13/11/2023).
Winarta menambahkan perpanjangan dilakukan sejak Jumat (10/11/2023) dan akan berakhir sekitar tanggal (25/11/2023). Berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya, perpanjangan status saat ini dilakukan per 14 hari.
“Dropping air, saat ini, belum menurun atau masih cukup banyak kebutuhan. Meski sekarang sudah mau turun hujan dan apabila benar akan hujan dan hanya satu atau dua hari, ya belum mampu memberikan sumber air ke masyarakat,” katanya.
Winarta mengaku BPBD Kulonprogo masih akan melakukan dropping air apabila ada permintaan masuk. Wilayah yang masih membutuhkan air antara lain Kapanewon Samigaluh, Kokap, dan Girimulyo.
“Apabila semua wilayah sudah terpenuhi kebutuhan airnya. Dropping air akan kami hentikan,” ucapnya.
Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan telah memberi persetujuan perpanjangan status tanggap darurat kekeringan.
BACA JUGA : Dampak Kekeringan Air Tanah di DIY Menyusut, Wilayah Ini Terancam Krisis Air
Made menambahkan persetujuan tersebut dia berikan lantaran ada permintaan perpanjangan status, terutama masih ada sejumlah kapanewon yang mengajukan permintaan dropping air.
"Kami berharap masalah kekeringan bisa segera teratasi, apalagi sekarang sudah mulai hujan," kata Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Gempa M6,2 mengguncang Sulawesi Tengah pada Sabtu malam. BNPB mencatat satu orang meninggal dan dua gedung kantor rusak.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB