Malioboro Dipadati 305 Ribu Wisatawan Saat Libur Sekolah
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah penduduk miskin di Bantul tahun ini diklaim menurun. Meski begitu, Pemkab Bantul berupaya melakukan sejumlah program untuk terus menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul tahun 2024.
Kepala Tim Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Bantul, Yuni Pamungkas menuturkan bahwa berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin di Bantul.
“Pada tahun ini tercatat ada 11,96 persen atau 128.510 jiwa penduduk miskin di Bantul. Jumlah penduduk miskin tersebut tersebut menurun 0,31 persen atau sebanyak 1.620 jiwa dibandingkan dengan 2022,” katanya, Rabu (15/11/2023).
Dengan angka tersebut, persentase kemiskinan di Kabupaten Bantul masih lebih tinggi daripada persentase penduduk miskin nasional yaitu berada pada 9,36%.
Kemudian Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Bantul pun tahun 2023 mengalami penurunan mencapai 1,79 poin atau menurun 0,32 poin dibandingkan tahun lalu. “Hal itu menunjukkan bahwa pada 2023 jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan,” ujarnya.
Dia menuturkan garis kemiskinan Kabupaten Bantul 2023 berada pada Rp488.340 per kapita per bulan. Garis kemiskinan tersebut meningkat 9,61% atau Rp42.829 per kapita per bulan dibandingkan dengan 2022.
Angka tersebut lebih rendah daripada garis kemiskinan di DIY yang mencapai Rp.573.022 per kapita per bulan, dan garis kemiskinan nasional Rp.550.458 per kapita per bulan.
Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Bantul mengalami penurunan hingga 0,44 poin atau menurun 0,06 poin dibandingkan dengan 2022.
Menurutnya, penurunan tersebut menunjukkan kesenjangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin menyempit.
BACA JUGA: Atasi Kemiskinan, Bantul Tambah Anggaran Boga Sehat 2024
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Fenty Yusdayati menuturkan penurunan jumlah penduduk miskin tersebut akan terus diupayakan pada 2024.
“Kemiskinan ada penurunan cuma kecil 0,3%, jadi 11,96 sekarang. Tetapi kami terus berupaya agar kemiskinan ekstrem yang kami kejar, pada 2024 kan nol [target Kabupaten Bantul tahun 2024 tidak ada kemiskinan ekstrem]. Kemarin turunnya bisa 0,3 persen, kami fokusnya di kemiskinan bawah [kemiskinan ekstrem] bisa terangkat,” ucapnya.
Beberapa program yang diinisiasi Pemkab Bantul untuk menurunkan jumlah penduduk miskin antara lain program Boga Sehat, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan bansos. “Khusus kemiskinan ekstrim, miskin absolut, kita tahun 2024 kita upayakan penambahan anggaran disana,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Bapanas memastikan harga beras tetap terkendali dengan stok 5,2 juta ton. Program bantuan dan intervensi disiapkan hingga akhir 2026.
MOTOROiD Lambda dari Yamaha raih Red Dot Award 2026. Motor konsep ini bisa belajar dan menjaga keseimbangan sendiri tanpa dikendarai manusia.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp2 miliar untuk melanjutkan revitalisasi taman dan pedestrian Jalan KRT Pringgodiningrat hingga Denggung.
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.
Polisi menyita emas 74 kg, dolar AS, dolar Singapura, dan uang tunai dari rumah mewah di Sentul dengan total nilai mencapai Rp476 miliar.