Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X (ketiga kiri) saat rakor di hotel Grand Rohan, Bantul, Kamis (16/11/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
BANTUL—Bank BPD DIY mendapat penghargaan dari Pemda DIY karena berperan dalam upaya menurunkan kemiskinan ekstrim di DIY.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, kepada Direktur Umum BPD DIY, Hudan Mulyawan di hotel Grand Rohan, Banguntapan, Bantul, Kamis (16/11/2023).
Berdasarkan data kinerja keuangan sampai dengan 30 September 2023, BPD DIY telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebanyak Rp5,2 triliun atau 53% untuk kegiatan produktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp3,55 triliun atau 69% diberikan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Selain untuk UMKM, penyaluran kredit produktif digunakan untuk menggerakkan perekonomian di berbagai sektor, seperti sektor pendidikan untuk sekolah dan universitas; sektor kesehatan untuk rumah sakit, balai pengobatan dan klinik.
Kemudian infrastruktur untuk bandara, transportasi dan bangunan publik; pendukung pariwisata untuk perhotelan, kampung wisata, restoran dan sarana transportasi; industri kreatif untuk event organizer, kerajinan dan sebagainya.
Berbagai kegiatan tersebut turut mendukung upaya Pemda DIY dalam penurunan angka kemiskinan ekstrim di DIY. Selain BPD DIY, dalam kesempatan ini penghargaan yang sama juga diberikan kepada Tarumartani dan Angkasa Pura.
BACA JUGA: Gunungkidul Gayeng Regeng untuk Peringati Hari Jadi ke-62 Bank BPD DIY
Plt Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Tri Saktiyana mengatakan Presiden Joko Widodo telah menargetkan tidak ada kemiskinan ekstrim pada 2024. “Kemiskinan ekstrim menurut BPS, pengeluaran per hari kurang dari Rp11.900,” ujarnya.
Di DIY, dari data terakhir terdapat sebanyak 41.000 penduduk dengan kemiskinan ekstrim. Salah satu program yang dilakukan Pemda DIY yakni dengan bantuan keuangan untuk 8.000 lansia dengan kemiskinan ekstrim, yakni pemberian Rp300.000 per bulan.
“Diharapkan dapat mengurangi kemiskinan ekstrim dari yang lansia pada 2024. Kalau yang lansia disasar 8.000, kemungkinan yang lansia selesai 2024. Tinggal yang bukan lansia, penanganannya sangat berbeda,” katanya.
Sementara itu, KGPAA Paku Alam X, menuturkan walau tingkat kemiskinannya tertinggi di Jawa, DIY menduduki peringkat kedua setelah Bali dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
“Tujuan keberlanjutan pertama tanpa kemiskinan ekstrim. Ini sudah diadopsi dalam Indikator Kinerja Utama Pemda DIY. Tanpa kemiskinan ekstrim, otomatis mendorong tujuan keberlanjutan lainnya,” katanya.
Pemda DIY berupaya menanggulangi kemiskinan demgan 5K, yakni Kaprajan, Kraton, Kampung, Komunitas, Kampus dan Korporasi. “Ini yang selalu kami dengungkan, pemerintah tidak bisa sendirian. Tujuan 5K yakni untuk mengedukasi warga. Cita cita saya sederhana, yakni warga DIY yang teredukasi,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi kepada semua elemen yang turut mendukung upaya penurunan kemiskinan, termasuk BPD DIY. “Ini momentum bagi setiap pihak untuk memposisikan diri bagi kelanjutan kolaborasi menyempurnakan tanpa kemiskinan ekstrim di DIY,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.