Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Tampak depan gapura kawasan TKD di sisi utara Pasar Seni dan Wisata Gabusan. Foto diambil, Rabu (15/11/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Pasar Desa Gabusan di Kalurahan Timbulharjo, Sewon, Bantul sudah bertahun-tahun tak terkelola meski masih ada pedagang yang berjualan. Tahun depan, pihak kalurahan akan menata dan mengelola ulang pasar yang berlokasi di utara Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG) ini.
Lurah Timbulharjo, Anif Arkhan, menjelaskan pasar tersebut saat ini tidak ada yang mengelola baik dari kalurahan maupun Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, walau masih ada sejumlah pedagang uang beroperasi. “Sementara ini belum kami kelola,” katanya, Jumat (17/11/2023).
BACA JUGA: DKPP Bantul Imbau Petani Lakukan Penanaman Menyesuaikan Kondisi Cuaca
Ia tidak tahu betul bagaimana dulu pengelolaan pasar yang sudah berdiri sejak sekitar 1990 itu bisa terhenti sehingga saat ini para pedagang bergerak sendiri-sendiri. Di lokasi yang berstatus Tanah Kas Desa itu bahkan banyak didirikan bangunan untuk hunian tanpa seizin kalurahan.
Menindaklanjuti hal ini, Kalurahan Timbulharjo berencana akan menata pasar tersebut pada 2024 mendatang. “2024 kami akan mengelola pasarnya, bukan yang sudah jadi hunian. Itu harus ada perkal [Peraturan Kalurahan] sebagai payung hukum, untuk mengambil retribusi,” katanya.
Karena selama ini belum terkelola, ia juga belum memiliki data pedagang yang beroperasi di sana. Nantinya pihak kalurahan akan mengundang semua pedagang untuk disosialisasikan perkal terkait penataan dan pemungutan retribusi tersebut.
Ia juga mengaku sudah pernah berdiskusi dengan beberapa pedagang di pasar itu dan mereka setuju jika akan ada penataan. Namun ia menegaskan tidak ada penataan fisik yang besar di pasar itu. “Paling kita hanya merenovasi yang rusak,” paparnya.
Namun ia berharap dengan penataan ini nantinya kebersihan dan kenyamanan pasar bisa lebih diperhatikan. Diharapkan pula dari penataan ini bisa memberi kontribusi pada pendapatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebelumnya, Kalurahan Timbulharjo juga telah menata satu pasar desa lainnya yakni Pasar Kepek pada 2021. Penataan tersebut terbukti meningkatkan PAD dari pasar. “Kami menggandeng BUMDes [Badan Usaha Milik Desa], 2021 Rp70 juta, 2022 Rp89 juta. Harapan kami 2023 ini Rp100 juta,” ungkapnya.
Di Pasar Kepek terdapat sekitar 200 pedagang, yang beroperasi dari pagi sampai sore. Dari sisi kunjungan, menurutnya pasar tersebut cukup ramai. Dihitung dari jumlah pendapatan dari jasa parkir, diperkirakan rata-rata pengunjung per hari mencapai 400 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.
Pelajar 17 tahun tewas usai diduga dianiaya menggunakan senjata tajam di Kotabaru Jogja. Polisi masih memburu pelaku.
Google menghapus 28 aplikasi Android palsu CallPhantom yang mengaku bisa memata-matai WhatsApp dan riwayat panggilan pengguna.
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Apple Music menghadirkan Discovery Station, fitur rekomendasi musik baru berbasis algoritma personal untuk menemukan lagu baru.