Kasus Daycare Jogja, Orang Tua Siap Ajukan Petisi ke UGM
Orang tua korban daycare Jogja ajukan petisi ke UGM, dorong sanksi tegas, pasal berlapis, dan restitusi.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Menjelang akhir tahun, harga sejumlah kebutuhan pokok masih cukup tinggi. Karena itulah, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul berupaya menstabilkan harga dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah di sejumlah pasar tradisional.
Analis Perdagangan DKUKMPP Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani menyampaikan pihaknya telah melakukan pemantauan pada lima pasar rakyat di Bumi Projotamansari. Dari pemantauan tersebut, sejumlah harga kebutuhan pokok memang mengalami kenaikan. “Sampai Jumat [17/11/20230] ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya beras, gula pasir, dan cabai,” ujarnya, Minggu (19/11/2023).
Dia menyampaikan harga rata-rata per hari untuk beras medium mencapai Rp.12.900 per kg, beras premium Rp.13.700 per kg, gula pasir Rp.17.000 per kg, cabai merah keriting Rp.55.000 per kg dan cabai rawit merah Rp.77.000 per kg.
Dia menyampaikan Pemkab Bantul telah terus berupaya memantau harga pangan di pasar rakyat secara rutin untuk memastikan tingkat pergerakan harga pangan di pasaran. Selain itu, menurut dia, operasi pasar dan pasar murah barang kebutuhan pokok juga terus dilakukan.
“Sejak pertengahan September 2023 [Pemkab Bantul] bersama Bulog Kanwil Yogyakarta melakukan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan [SPHP] ke pedagang beras di pasar dan sampai saat ini sudah ada 13 pasar yang disalurkan dengan jumlah keseluruhan kurang lebih 90 ton beras SPHP,” imbuhnya.
Dia menyampaikan penyaluran beras SPHP kepada pedagang beras di pasar rakyat melalui operasi pasar akan terus dilaksanakan ke depannya. “Sampai saat ini, jumlahnya disesuaikan dengan permohonan pedagang dari masing-masing pasar,” katanya.
BACA JUGA: Stabilkan Harga Bahan Pokok, Berikut Jadwal Pasar Murah Pemkab Gunungkidul
Menurutnya, pedagang beras di pasar rakyat dapat mengajukan permohonan pengiriman beras SPHP ke DKUKMPP Kabupaten Bantul. Setelah itu, permohonan tersebut akan dipertimbangkan oleh DKUKMPP, apabila disetujui maka beras SPHP akan dikirimkan ke pasar rakyat yang mengajukan permohonan.
Sementara menurut dia, Pemkab Bantul bekerjasama dengan Disperindag DIY telah menggelar pasar murah dalam beberapa kali. “Sudah dilaksanakan [pasar murah] pada Selasa [14/11/2023] di Kapanewon Dlingo dengan jenis komoditas beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan telur ayam,” ujarnya.
Menurut dia, Pemkab Bantul bersama dengan Disperindag DIY masih akan menyelenggarakan pasar murah pada Desember 2023 untuk dapat menstabilkan harga pangan di pasaran. “Harapannya untuk menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di masyarakat,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Orang tua korban daycare Jogja ajukan petisi ke UGM, dorong sanksi tegas, pasal berlapis, dan restitusi.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.