Harga BBM Naik, Bus Sekolah Gunungkidul Pangkas Layanan
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Operasi Pasar beras di DIY beberapa waktu lalu - ist/jogjakota.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus berupaya menyetabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Salah satu cara dilakukan dengan rutin menggelar operasi pasar.
Rencananya pada 19-21 November dilaksanakan pasar murah di empat lokasi berbeda. Untuk komoditas yang dijual antara lain beras, minyak, gula dan tepung terigu.
Pasar murah akan diawali di halaman Masjid Alikhas Semin, Minggu (19/11/2023). Pada Senin (20/11/2023) berlangsung di Balai Kalurahan Kepek, Wonosari.
Adapun hari ketiga, pasar murah digelar di Padukuhan Jeruksari, Wonosari, Wonosari pada Selasa (21/11/2023). Di hari terkahir atau Selasa (22/11/2023) digelar di Balai Kalurahan Karangwuni, Rongkop.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Siapkan 3,2 Ton Gula untuk Operasi Pasar
Kepala Bidang Perdagangan Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti mengatakan, pelaksanaan pasar murah bukan hal yang baru karena penyelenggaraan sudah ke beberapa kalinya. Sebagai contohpada 7 dan 9 November 2023 sudah digelar kegiatan yang sama di Kalurahan Gedangrejo, Karangmojo serta Kalurahan Playen, Playen.
“Tujuannya dalam rangka menyetabilkan harga kebutuhan pokok. Memang saat ini ada yang naik mulai dari beras hingga gula pasir,” kata Asar kepada wartawan, Jumat (17/11/2023).
Menurut dia, pelaksanaan pasar murah bekerjasama dengan PT Bulog. Total dalam empat kali penyelenggaraan disediakan beras, minyak, gula hingga tepung sebanyak 18 ton.
“Masing-masing titik, kami jatah sekitar 4,5 ton,” katanya.
Asar memastikan, penebusan berada di bawah harga pasaran. Ia menuturkan untuk harga minyak dipatok 12.500 per liter, tepung Rp8.000 per kilo dan gula pasir Rp14.500 per kg.
“Tentu ada pembatasan agar merata. Selain itu, juga ada kupon sebagai tanda pembelian,” katanya.
Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Retno Utami mengatakan, terus melakukan pemantauan harga-harga di pasaran. Ia tidak menampik hasil pantauan memperlihatkan beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan.
Ia mencontohkan untuk beras masih dipatok di kisaran Rp14.000 per kilogram. sedangkan gula dijual seharga Rp17.000 per kilogram.
“Memang banyak yang naik. Selain beras dan gula, ada juga kedelai hingga cabai memiliki harga lebih tinggi dari biasanya,” kata Retno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.