Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
TPA Banyuroto./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo terus mengebut pengerjaan landfill zona dua Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banyuroto. Setelah selesai maka pembuangan residu sampah milik masyarakat Kulonprogo dapat segera dialihkan. Pasalnya tonase sampah naik setiap tahun dan kapasitas zona satu sebenarnya telah habis.
Kepala UPT Persampahan Air Limbah dan Pertamanan DPUPKP Kulonprogo, Budi Purwanta mengatakan progres pengerjaan landfill zona dua TPA Banyuroto telah mencapai 72%.
“Progres pengerjaan landfill zona dua per pekan lalu sudah 72 persen. Sekarang masih dalam pengerjaan outlet lindi, finishing instalasi lindi, dan area landfill. Geo membrane juga sedang dipasang,” kata Budi ditemui di kantornya, Rabu (22/11/2023).
Budi menambahkan zona dua baru dapat digunakan setidaknya awal tahun 2024. Dengan kapasitas 55.000 - 65.000 kubik, zona dua diprediksi dapat menampung sampah sampai lima tahun ke depan. Hal tersebut mengandaikan tonase sampah yang masuk tiap harinya maksimal 35 ton per hari.
Apabila zona dua juga penuh, Budi mengaku ada dua pilihan antara membangun zona tiga atau mengupayakan pengolahan sampah residu dengan teknologi pengolahan termal. Rencana penggunaan teknologi tersebut telah ada di master plan persampahan Kulonprogo.
Dia berharap penggunaan teknologi tersebut dapat dilakukan sebelum umur landfill zona dua habis. Pasalnya kendati prediksi umur zona dua akan habis di tahun kelima namun sampah yang naik setiap tahunnya akan mempersingkat umur.
“Sebelum tahun ke lima kalau bisa sudah bisa menggunakan teknologi. Sebagai antisipasi masalah. Soalnya landfill zona satu sudah agak menggunung,” katanya.
Lebih jauh dia menerangkan sampah yang berasal dari Kabupaten Kulonprogo mengalami tren kenaikan setiap tahunnya. Khusus sampah dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), per bulan dapat mencapai 12 ton. Angka tersebut telah naik di tahun 2023 menjadi 18 ton sampai 20 ton per bulan. YIA juga telah melakukan pengelolaan sampah mandiri. Budi mengaku rata-rata pasokan sampah ke TPA Banyuroto mencapai 32 ton per hari.
“Sampah milik masyarakat Kulonprogo trennya naik terus. Tiap tahun pasti naik. Tapi kenaikannya tidak signifikan, sekitar 1 ton per hari,” ucapnya.
BACA JUGA: Kerja Sama Penampungan Sampah Kota Jogja di TPA Banyuroto Diperpanjang Seminggu
Guna mengakomodir sampah tersebut, UPT telah melakukan pengadaan kontainer sampah melalui APBD Perubahan 2023. Ada pertambahan empat kontainer. Dengan begitu kontainer milik UPT total ada 35 unit.
“Peletakan kontainer itu muter atau pindah-pindah. Sekarang di tempat ini, [lusa] beda lagi. Stay paling tidak sehari dua hari. Kebutuhan kontainer masih kurang,” lanjutnya.
Pengambilan sampah dilakukan menggunakan sebelas armada sampah milik UPT. Armada jenis arm roll, rata-rata, dapat mengambil sampah tiga trip per hari. Sedangkan truk dump hanya satu trip atau perjalanan.
“Armada truk dump ada enam dan arm roll ada lima. Tahun 2024 ada pengadaan arm roll tapi lewat Dinas Lingkungan Hidup [DLH],” pungkasnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kulonprogo, Tristijanti, membenarkan bahwa DLH akan melakukan pengadaan arm roll.
“Rencana ada dua unit arm roll dan dua unit sepeda motor roda tiga. Anggarannya dari Dana Alokasi Khusus [DAK],” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.