Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
tidak ada foto
Harianjogja.com, BANTUL—Beberapa bahan pokok di Bantul terpantau masih cukup mahal pada pekan ketiga November ini, seperti cabai dan beras. Meski demikian, Pemkab Bantul memastikan harga masih wajar dan ketersediaan masih aman.
Wakil Bupati Bantul, Joko Budi Purnomo menjelaskan mahalnya harga cabai saat ini menguntungkan petani, di sisi lain masih terjangkau oleh masyarakat. “Yang penting kalau masyarakat masih bisa menjangkau harganya menurut saya enggak apa-apa,” ujarnya, Rabu (22/11/2023).
Namun jika nanti harga sudah terlampau mahal sehingga masyarakat sudah tidak bisa lagi menjangkau, pemerintah akan mengambil langkah untuk menstabilkan harga. “Saya selalu intens dengan dinas pertanian untuk kroscek lapangan kaitannya dengan perkembangan harga,” katanya.
Ia juga mengaku selalu mengecek petani untuk mendapatkan data penanaman dan panen setiap komoditas. “Kami lihat keseimbangannya seperti apa. Alhamdulillah hari ini Bantul masih kondusif, stok beras masih tersedia, bahan pangan lain juga tersedia,” katanya.
Namun khusus untuk komoditas kedelai, ia akui Bantul tidak memiliki cukup produksi kedelai sehingga harus mendatangkan kedelai impor. Meski demikian ia memastikan selain ketersediaan stok, harga juga masih terjangkau oleh masyarakat.
BACA JUGA: Megawati Mengajak Para Insinyur untuk Berpolitik demi Bangsa dan Negara
Berdasarkan data rata-rata harga bahan pokok yang dihimpun Pemkab Bantul dari sejumlah pasar besar di Bantul, saat ini beras premium di harga Rp13.650 per kg dan beras medium Rp12.800 per kg. Sedangkan gula pasir Rp16.933 per kg, naik Rp900 dari pekan sebelumnya.
Cabai rawit merah, hijau dan bawang merah juga mengalami kenaikan. Cabai rawit merah Rp75.200 per kg, naik RP3.233. Cabai rawit hijau Rp62.100 per kg, naik Rp2.100. Bawang merah Rp26.200 per kg, naik Rp2.467. Sementara komoditas lainnya walau ada kenaikan tapi tidak signifikan.
Adapun data ketersediaan bahan pokok yakni beras 2.953,82 ton dengan kebutuhan 1.598,45 ton. Bawang merah ketersediaan 145,86 ton dengan kebutuhan 66,29 ton. Cabai rawit ketersediaan 70,52 ton dengan kebutuhan 69,34 ton. Gula pasir ketersediaan 268,36 ton dengan kebutuhan 184,03 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.