Syarat Pendaftaran Sekolah Rakyat Gunungkidul, Dibuka SD hingga SMA
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Ilustrasi uang rupiah - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan gedung rawat inap di RSUD Saptosari yang memakan anggaran hingga Rp11,6 miliar hingga sekarang progresnya baru mencapai 62% dari target.
Padahal penyelesaian pekerjaan gedung tersebut hanya kurang dari sebulan. Sesuai kontrak, pengerjaan harus sudah selesai 19 Desember 2023.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Gunungkidul, Joko Hardiyanto mengatakan pelaksanaan pembangunan terus diawasi. Setiap minggu ada laporan perkembangan pekerjaan yang harus dilaporkan. “Biasanya dilaporkan setiap Selasa. Selasa [21/11/2023] capaian pengerjaan sejauh ini memang baru 62 persen,” kata Joko, Senin (27/11/2023).
Dia tidak menampik perkembangan pembangunan gedung rawat inap ini belum sesuai dengan harapan. Perhatian tidak hanya dilakukan bagian administrasi pembangunan, tetapi Sekda Sri Suhartanta dan Bupati Gunungkidul Sunaryanta juga terus memonitor pengerjaan.
Dia menegaskan bahwa pengerjaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak boleh molor dan harus selesai sesuai dengan kontrak.
Pasalnya, menurut Joko, jika pengerjaan sampai molor maka berdampak terhadap alokasi DAK yang diberikan oleh Pemerintah Pusat di tahun-tahun berikutnya.
Hal ini karena penyerapan kurang optimal dan tidak sesuai dengan harapan. “Kalau sampai molor maka alokasi DAK yang diberikan di tahun depan atau 2025 bisa berkurang dari yang diterima di 2023,” katanya.
Joko menambahkan, dari beberapa proyek strategis yang dimiliki pemkab di tahun ini seperti pembangunan jalan, gedung kapanewon hingga area parkir, hanya pembangunan di RSUD Saptosari sedikit bermasalah.
Oleh karena itu, sambung dia, pengawasan pengerjaan terhadap proyek ini terus dilakukan agar bisa selesai tepat waktu. “Makanya pembanguan terus dimonitor dan harus ada laporan perkembangan setiap minggunya,” katanya.
Direktur RSUD Saptosari, Damayanti mengatakan pembangunan gedung rawat inap baru sejatinya adalah untuk peningkatan pelayanan di rumah sakit.
BACA JUGA: Dianggarkan Rp12 Miliar, Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Saptosari Baru Kelar 36%
Hanya saja, dalam prosesnya sempat terhambat sehingga pengerjaan pembangunan belum sesuai dengan yang diharapkan. “Terus dimonitor dan sekarang sudah mencapai hampir 70-75 persen," katanya.
Menurut dia, sudah ada upaya mempercepat pembangunan dengan menambah tenaga kerja. Di sisi lain, rekanan yang mengerjakan juga sudah dipanggil oleh Sekda Gunungkidul untuk memastikan kesiapan menyelesaikan pembangunan sesuai dengan kontrak.
“Masalah awalnya karena kekurangan pekerja sehingga berdampak terhadap yang lain. Misal lift sudah tiba di RSUD tapi belum bisa dipasang karena menunggu tempatnya selesai dibangun terlebih dahulu. Tetapi dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, kami yakin bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.