Kasus Bayi Dititipkan di Pakem, DP3AP2KB Sleman Turun Dampingi Ibunya
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Hujan yang berangsur-angsur meningkat di Kabupaten Sleman membuat tim Dinas Perhubungan Sleman mulai siaga. Khususnya menangani masalah APILL hingga Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang sering kali terdampak saat musim penghujan.
Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana menegaskan tim Dishub sifatnya bergerak responsif menanggapi sejumlah trouble yang terjadi selama musim penghujan. Misalnya LPJU yang tertimpa pohon atau konslet juga maupun kasus-kasus lainnya.
"Biasanya kejatuhan ranting, kejatuhan dahan, kemudian ada yang kabelnya copot atau lepas. Ada yang tiang nyetrum dan sebagainya itu memang respons harus segera ditindak lanjuti yang seperti itu," kata Arip dikutip pada Senin (27/11/2023).
Baca Juga:
Masa Uji Coba Usai, Lampu APILL di Simpang OB Dipermanenkan
Lalu Lintas Ruwet, Simpang Empat Cebongan Diwacanakan Pemasangan Lampu Bangjo
Hujan Angin Pohon Bertumbangan di Sleman, Satu Menimpa Rumah
Arip juga mengimbau untuk warga yang menemukan kondisi-kondisi darurat di atas bisa menghubungi Dishub. Penanganan mandiri tanpa keahlian dikhawatirkan dapat berbahaya bagi warga. Seperti dapat tersengat listrik saat melakukan penanganan.
Karenanya sejumlah kanal Pemkab Sleman kata Arip bisa menjadi wadah pelaporan masyarakat bila menemukan kerusakan LPJU atau APILL saat musim penghujan. "Semua kanal kita buka, seperti Lapor Sleman kan ada," tegasnya.
Tim bahkan disiagakan sampai malam. Tim ini lah yang nantinya juga kan menangani permasalahan LPJU dan APILL di lapangan.
"Makanya kami yang PJU itu ada yang pagi, ada yang sore sampai malam itu karena itu, supaya kalau ada kendala di lapangan itu bisa langsung mengeksekusi. Bahkan Minggu pun teman-teman PJU ada yang masuk," tegasnya.
"Kami harus responsif dan kepentingan publik kami utamakan," imbuhnya. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DP3AP2KB Sleman mendampingi ibu bayi dalam kasus penitipan anak di Pakem dan menyiapkan pembinaan bagi bidan.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.