Top Ten News Harianjogja.com Edisi Selasa 4 Agustus 2026
Top Ten News Harianjogja.com 4 Agustus 2026 memuat berita kemarau, pendidikan, bansos beras, KAI, Timnas Indonesia, hingga fenomena langit.
Kondisi Simpang Empat Cebongan, Mlati, Sleman, Senin (11/9/2023). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kabupaten Sleman membuka wacana terkait pemasangan lampu bangjo atau APILL (Alat Pemberi isyarat Lalu Lintas) pada sejumlah persimpangan jalan yang semakin padat. Meski demikian kajian diperlukan untuk memastikan efektivitas pemasangan lampu APILL tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Sleman Arif Permana menjelaskan hingga 2024 memang belum ada rencana penambahan lampu APILL di wilayah Sleman. Akan tetapi ia mendapatkan banyak masukan dari masyarakat terkait sejumlah titik persimpangan yang sudah padat. Di antaranya simpang empat Cebongan, Mlati, Sleman dan Simpang Empat Tambakrejo, Tempel.
BACA JUGA : Masih Banyak Pelanggar di Simpang OB, Kapan Lampu Bangjo Dipasang?
Kedua simpang empat ini merupakan perpaduan antara jalan provinsi dengan jalan kabupaten. Arif tidak menampik simpang empat Cebongan, Mlati memang lalu lintasnya ruwet di sore dan pagi hari.
“Tetapi ini perlu kami komunikasikan dengan Dishub Provinsi DIY karena ada dua jalan dengan kewenangan berbeda, saat ini dalam tahapan komunikasi, nanti akan didiskusikan terkait kajian dan lain-lain. Karena sudah banyak masukan agar kedua lokasi ini dipasang lampu bangjo, terutama di Cebongan ini sudah cukup padat,” katanya, Senin (11/9/2023).
Plt Kepala Dinas Perhubungan Sumaryoto menyambut baik wacana Dishub Sleman. Akan tetapi untuk menentukan pemasangan lampu APILL pada suatu persimpangan harus melalui kajian lebih dahulu. Alasannya, ada beberapa persimpangan yang memang hanya padat di waktu tertentu saja sehingga tidak efektif ketika dipasang lampu APILL. Termasuk simpang empat Cebongan, ia sepakat harus dikaji lebih dahulu.
"Kajian ini menjadi dasar bahwa simpang empat itu memang butuh lampu APILL, kajian sangat penting karena kalau asal dipasang, belum tentu lampu bangjo menjadi solusi," ucapnya.
Ia mengungkap pada persimpangan tertentu justru akan menjadi masalah ketika dipasang lampu APILL bersifat statis yang tidak bisa dikendalikan lewat ATCS karena durasi waktunya tidak bisa diubah. Karena lampu bangjo bersifat statis terpasang dengan durasi sama di arus lalu lintas sepi maka cenderung tidak efektif dan menganggu perjalanan.
“Kalau memang nanti hasil kajian merekomendasikan dipasang lampu traffic light [lampu bangjo] dan anggaran ada, bagi kami tidak masalah, nanti akan dikomunikasikan dengan Sleman,” ujarnya.
BACA JUGA : Lampu Bangjo Simpang Empat Balai Kota Jogja Eror, Lalu Lintas Semrawut
Sumartoyo mengatakan di Simpang Empat Cebongan memang sudah pernah dilakukan uji coba penerapan satu arah untuk arus lalu lintas dari selatan. Penerapan satu arah sebenarnya cukup efektif sehingga meminimalisasi arus yang akan masuk ke selatan.
“Akan tetapi sayangnya memang masyarakat banyak yang tidak ingin memutar lebih lama jadinya mereka tetap seringkali melanggar dan uji coba satu arah itu kurang berjalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Harianjogja.com 4 Agustus 2026 memuat berita kemarau, pendidikan, bansos beras, KAI, Timnas Indonesia, hingga fenomena langit.
FK-KMK UGM menggelar PIONIR Morfogenesis 2026 dengan pendekatan humanis, tanpa perploncoan, untuk menyambut 553 mahasiswa baru.
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Riset metabolit psoriasis kulit kepala dimulai di Jogja. Paragon dan Corpora Science menargetkan terapi yang lebih efektif bagi pasien Indonesia.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan perekaman SPG GIIAS tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi melanggar sejumlah undang-undang.
Hasto Kristiyanto menegaskan Hari ASI Sedunia menjadi gerakan membangun peradaban. PDIP juga menyoroti pentingnya ASI untuk mencegah stunting.