Pria Terluka Diduga Dibacok di Banguntapan, Polisi Dalami Kasus
Polres Bantul menyelidiki dugaan pembacokan dan pengeroyokan di Banguntapan. Korban mengalami luka di wajah dan telah membuat laporan polisi.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad memberikan keterangan kepada wartawan soal potensi si bencana memasuki musim penghujan, Rabu (29/11/2023) (Harian Jogja/Yosep Leon Pinsker)
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY akan berkoordinasi dengan Bawaslu dan Sat Pol PP setempat untuk mengawasi baliho yang membahayakan warga memasuki musim penghujan. Memasuki masa kampanye baliho dengan ukuran jumbo milik peserta pemilu diharapkan dicek kekuatannya agar tidak membahayakan pengguna jalan saat munculnya angin kencang.
Baca Juga: Polri Instruksikan Pemasangan Alat Peraga Kampanye Calon Tertentu, Faktanya Seperti Ini
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan sudah berkoordinasi dengan Bawaslu dan Sat Pol PP setempat soal pengawasan baliho yang melanggar ketentuan. Pihaknya masih menunggu laporan yang masuk dari Bawaslu untuk kemudian melakukan penertiban terhadap baliho yang dinilai melanggar ketentuan.
"Kan sudah ada ketentuan dari penyelenggara Pemilu terkait lokasi yang tidak diperkenankan dipasangi peraga kampanye, kami akan menunggu permintaan dari Bawaslu untuk melakukan pencopotan," ujarnya, Rabu (29/11/2023).
Baca Juga: Catat! Alat Peraga Kampanye di Sleman Dilarang Dipasang di Titik Ini
Menurut Noviar di masa musim penghujan ini alat peraga kampanye (APK) maupun alat sosialisasi dari partai politik dan peserta Pemilu cukup rawan menimbulkan insiden kepada pengguna jalan. Sebab kebanyakan hanya dipasang dengan modal bambu yang kecil, sehingga rentan patah saat diterpa angin kencang.
"Soal APK kita akan tunggu laporan saja dari Bawaslu, karena kewenangan pelanggaran kan dari mereka. Nanti sama-sama dengan Sat Pol PP kita akan melakukan pencopotan," jelasnya.
Noviar menyatakan memasuki musim penghujan ini pihaknya sudah memetakan daerah rawan bencana yakni meliputi kawasan Pegunungan Menoreh dan area Gunungkidul yang dinilai rentan terhadap potensi longsor. Pihaknya mengimbau kepada pengurus Kaltana dan unsur kebencaan lainnya untuk meningkatkan pengawasan.
Baca Juga: KPU DIY: Pemasangan APK Harus sesuai Zona Kabupaten/Kota
"332 desa siaga bencana atau Kaltana kita sudah siap, pada saat musim hujan pasti siaga semua, mereka tugas berdasarkan potensi masing-masing kelurahan. Masyarakat yang ada di sepanjang sungai atau daerah rawan longsor kami harapkan siaga, seandainya ada bencana segera laporkan bisa melalui aplikasi Pamor yang bisa didownload," ungkap Noviar.
Sampai sekarang jumlah laporan kebencaan yang dilaporkan kepada pihaknya sudah mencapai puluhan, tetapi hanya insiden yang tergolong kecil seperti pohon tumbang. Di sisi lain pihaknya masih tetap melakukan droping bantuan air bersih ke sejumlah wilayah meskipun sudah memasuki musim penghujan.
"Kalau curah hujan kan baru terjadi di Jogja utara dan beberapa kemantren di Sleman, sehingga masih ada droping air. Sampai hari ini kita masih droping. Sudah 31 juta liter air yang disalurkan, persediaan masih aman sampai akhir tahun kita masih siap," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menyelidiki dugaan pembacokan dan pengeroyokan di Banguntapan. Korban mengalami luka di wajah dan telah membuat laporan polisi.
Realisasi Dana Keistimewaan Bantul mencapai Rp23 miliar atau 69,9 persen. BPKPAD optimistis target 80 persen terpenuhi sebelum penyaluran tahap III.
Sri Sultan HB X menegaskan AI di industri asuransi harus menjaga martabat manusia. OJK menyebut AI hanya menjadi alat bantu profesional.
DPR meminta Polri memperkuat pemberantasan judi online setelah PPATK mencatat 467,32 juta transaksi judol pada semester I 2026.
IESR menilai proyek PLTS 100 GW perlu menjadi program nasional agar target pembangunan dalam tiga tahun dapat tercapai dan mendorong ekonomi.
SPPG Jatisarono, Nanggulan, dihentikan sementara usai dugaan keracunan MBG yang menyebabkan sekitar 70 siswa SMKN 1 Nanggulan mengalami mual dan diare.