Jadwal SIM Keliling Sleman 19 Mei 2026: Mitra 10 Jadi Lokasi Layanan
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Pembukaan unit usaha milik kader Muhammadiyah di Kota Jogja, Jumat (1/12/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendorong kader persyarikatan untuk membuka usaha melalui jalur sociopreneur atau berwirausaha dengan mengedepankan nilai sosial.
Bendahara Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syauqi Soeratno mengatakan ekonomi sociopreneur menjadi salah satu konsep Muhammadiyah, merupakan ekonomi berbasis nilai sosial. Banyak kader Muhammadiyah yang tidak sekadar komersial semata namun membangun jaringan, komunitas untuk memberikan manfaat kepada masyarakat luas.
BACA JUGA : PWA DIY Gelar Senam Aisyiyah Bahagia dalam Muhammadiyah Jogja Expo
“Saya yakin seperti bisnis cuci mobil yang dibuka kader kami Mas Fitra ini juga tidak semata-mata komersial, tapi kebermanfaatan untuk masyarakat. Bisnis kader akan berbeda, masyarakat akan melihat dan menerima layanan itu dengan dara yang berbeda,” kata Syauqi di sela-sela meresmikan Beres Car Wash di Kota Jogja, Jumat (1/12/2023).
Ia menilai sociopreneur efektif untuk menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran. Oleh karena itu ia mendorong kader Muhammadoyah di daerah untuk semangat berwirausaha dengan memanfaatkan jejaring persyarikatan. Dengan demikian kader Muhammadiyah akan semakin luas memberikan manfaat ke masyaralat. Termasuk dapat menjadi modal untuk membentuk closed loop economy Muhammadiyah yang saling melengkapi satu sama lain.
“Konsep itu bisa dikembangkan agar bisa memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian bangsa. Munculnya dari mana? Ya dari aktivitas enterpreneur kader persyarikatan semacam ini. Maka kami mengapresiasi kader yang membuka usaha, semoga ini menjadi pijakan dan menginspirasi kader yang lain,” katanya.
Kader Pemuda Muhammadiyah sekaligus Pemilik Beres Car Wash Fitra Hariadi sepakat dengan konsep sosiopreneur. Usaha yang ia buka memang berusaha memberikan solusi terkait minimnya lapangan kerja termasuk di wilayah DIY. Melalui usaha ini, ia merekrut sebanyak 10 anak muda untuk aktif di bisnis tersebut.
“Kalau ide awal memang kami melihat kendaraan di jalanan Jogja ini banyak sekali. Sehingga kami menggandeng beberapa anak muda, saat ini memang baru 10 orang, ke depan tentu akan bertambah lagi,” katanya.
BACA JUGA : Anies Baswedan Ingin Pilpres 2024 sebagai Orientasi Baru dalam Pembangunan
Pemuda yang juga Dosen Universitas Negeri Yogyakarta ini memastikan bisnis yang dibukanya tidak akan menganggu aktivitas mengajarnya karena sudah ada manajemen tersendiri. Semangat berbisnis diturunkan dari ibunya yang dahulu merupakan penjual emping melinjo di Pasar Beringharjo.
“Saya dulu sering membantu ibu berjualan, mengambil emping dari satu tempat ke tempat lain, jadi berwirausaha ini sebenarnya sudah terbiasa sejak kecil dan itu terbawa sampai sekarang. Maka di sela saya mengajar, membuka usaha ini, tidak sekadar mencari keuntungan tetapi agar bisa memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.