DIY Puncaki Indeks Demokrasi 2025, Skor Tembus 89,79
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Pemantauan harga sejumlah bahan pokok dan sejumlah komoditas lain di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Ketersediaan bahan pokok pangan menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di Bantul sejauh ini dipastikan aman. Meski demikian harga beberapa komoditas masih cenderung tinggi.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana, menjelaskan sampai minggu pertama Desember ini, semua komoditas masih tersedia. “Berdasarkan pemantauan barang kebutuhan pokok di lima pasar besar, ketersediaannya memang tersedia,” ujarnya, Senin (4/12/2023).
Meski demikian, beberapa komoditas saat ini harganya masih cenderung tinggi, diantaranya beras, cabai dan gula. “Memang permasalahan ini mungkin nasional atau bahkan global, karena berkait faktor iklim, geopolitik global dan sebagainya,” katanya.
Ia menyebutkan pada beras medium, harganya di kisaran Rp13.000-Rp13.500 per Kg. kemudian untuk cabai rawit merah yang kondisinya segar dan bagus, harganya dikisaran Rp60.000 per kg. Sedangkan untuk gula pasir Rp17.000 per kg.
Menurutnya, harga ketiga komoditas tersebut sudah stabil di angka itu dari beberapa pekan belakangan. Ia belum bisa memastikan apakah harga tersebut masih akan bertahan sampai pergantian tahun atau malah justru naik.
“Kami tidak bisa memprediksi, tapi kami melihat di beberapa tempat mulai panen cabai. Mudah-mudahan nanti tidak terlalu tinggi untuk cabai. Termasuk Bantul juga sudah panen cabai, sebagian petani di pesisir menanam cabai, semoga itu bisa mensuport kebutuhan masyarakat Bantul,” paparnya.
BACA JUGA: Demi Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok, Pasar Murah Terus Digencarkan di Bantul
Menanggulangi tingginya harga beberapa komoditas tersebut, operasi pasar digelar di sejumlah wilayah. “Kami selalu melakukan operasi pasar. Termasuk nanti kita laksanakan di eks pasar Imogiri pada 6 Desember. Kemaren juga sudah kami lakukan di Dlingo,” ungkapnya.
Kedua wilayah tersebut dipilih untuk operasi pasar karena termasuk kapanewon dengan angka kemiskinannya cukup tinggi. Dalam operasi pasar itu disediakan beberapa bahan pokok diantaranya beras, gula, minyak, bawang merah dan sebagainya.
Operasi pasar menggunakan beberapa skema, diantaranya dari Pemda DIY memberikan subsidi ongkos kirim pada distributor, sehingga harganya lebih murah. “Ada juga menggunakan skema beras SPHP [Stabilisasi Pasokan Harga Pangan],” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.