Hanya Satu Calon, Pendaftaran Pilur di Gunungkidul Akan Diperpanjang
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Lalu lintas di depan Gedung DPRD Gunungkidul, Senin (23/10/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul serius untuk merubah hari jadi kabupaten dari 27 Mei ke 4 Oktober. Perubahan ini akan dituangkan dalam bentuk peraturan daerah.
Kepala Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, sudah membuat kajian akademis berkaitan dengan Hari Jadi Gunungkidul. Selama ini diketahui kabupaten terluas di DIY ini berdiri pada 27 Mei 1931 sehingga setiap akhir Mei diperingati sebagai hari jadi Gunungkidul.
Meski demikian, sambung dia, berdasarkan fakta dan temuan Sejarah yang baru diketahui usia Gunungkidul lebih tua karena sudah ada sejak 4 Oktober 1930. Hal ini mengacu pada menjadi acuan tidak lepas dari adanya peristiwa penandantanganan Perjanjian Klaten. Perjanjian pertama kali ditandatangani di Surakarta pada 1 Oktober 1830, yang selanjutnya ditandatangani lagi di Kota Jogja pada 4 Oktober 1830.
BACA JUGA: Gunungkidul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Sesar Opak
“Di perjanjian Klaten menyebut Gunungkidul masuk wilayah Kraton Yogyakarta. Inilah yang menjadi satu dasar penetapan hari jadi kabupaten dengan versi berbeda dengan yang biasanya,” kata Mantara kepada Harianjogja.com, Kamis (14/12/2023).
Menurut dia, keputusan mengubah hari jadi sesuai dengan kajian sejarah terbentuknya Gunungkidul. Hal ini juga sejalan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Gunungkidul nomor 70/188.45/6/1985. Pada dictum II berbunyi Ketentuan hari, tanggal, bulan dan tahun hari jadi Kabupaten Gunungkidul dapat ditinjau ulang.
“Inilah yang jadi acuan untuk mengubahnya,” katanya.
Menurut dia, sesuai instruksi dari Bupati Gunungkidul, Sunaryanta segera ditindaklanjuti sehingga di tahun depan perayaan bisa disesuaikan dengan fakta Sejarah baru yang ditemukan. Pada awalnya, lanjut Mantara, penetapan hanya akan menggunakan Surat Keputusan bupati, namun penetapan sebelumnya menggunakan perda, maka akan mengikutinya.
“Sudah ada pembahasan dengan DPRD dan perda hari jadi akan dibahas di tahun depan. Mudah-mudahan bisa selesai sebelum Mei 2024 sudah jadi perda yang baru,” katanya.
Mantara menambahkan, dengan adanya perubahan ini maka peringatan hari jadi akan dilaksanakan setiap 4 Oktober. Adapun usia kabupaten juga lebih tua.
“Diperingatan besok [2024] bukan peringatan ke-193, tapi langsung menjadi ke-144 Gunungkidul,” katanya.
Sejarahwan Agus Murdiyastomo mengatakan, kisah sejarah merupakan salah satu dari identitas sebuah kelompok Masyarakat. Upaya Penelusuran sejarah menjadi penting agar masyarakat dapat mengenal dan memahami bagaimana wilayah tempat tinggal mereka dibangun dan berkembang menjadi seperti sekarang.
Ia mengakui ikut mengkaji tentang hari jadi Gunungkidul. Adapun hasilnya ada fakta baru yang ditemukan tentang berdirinya kabupaten tersebut.
“Kajian dilakukan dengan pendekatan sejarah dan administratif. Sejarah bersifat dinamis terikat dengan data-data sehingga dapat berubah sesuai dengan adanya fakta-fakta baru yang ditemukan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!