Syarat Pendaftaran Sekolah Rakyat Gunungkidul, Dibuka SD hingga SMA
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berkomitmen untuk mencegah penyebaran berita hoaks di Masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh kapanewon.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Setiyo Hartato mengatakan, inisiasi pembentukan KIM sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Adapun keberadaannya akan terus diperluas hingga bisa diakses Masyarakat dengan mudah.
Menurut dia, pembentukan KIM paling teraktual dilaksanakan di Kapanewon Saptosari pada Kamis (14/12/2023). “Sudah ada yang dibentuk dan rencanya menyasar di seluruh kapanewon di Gunungkidul,” kata Setiyo kepada wartawan, Jumat (15/12/2023).
Ia mengungkapkan pembentukan KIM tidak hanya sebatas wadah. Pasalnya, juga dibarengi dengan pemberian layanan akses internet gratis di taman baca Masyarakat.
“Ada enam titik akses internet untuk public di Saptosari meliputi di Taman Saptosari; Kalurahan Ngloro dan Kanigoro,” ungkapnya.
Menurut dia, pemasangan layanan internet gratis ini merupakan kerja sama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) milik PT PLN Icon Plus. “Adanya akses internet publik ini bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat dengan sebaik-baiknya. Tentunya dengan layanan ini juga untuk mengurangi area blankspot di Gunungkidul,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik pembentukan KIM. Menurut dia, kelompok ini bisa menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi serta memajukan wilayah masing-masing.
“Pemuda dapat berperan aktif dalam pembangunan. Ide dan gagasan yang dimiliki jangan hanya selesai ditingkat perbincangan, tapi harus dapat diwujudkan dalam bentuk karya yang nyata,” katanya.
Sunaryanta menambahkan, keberadaan KIM tidak hanya sebagai wadah kreativitas bagi anak muda. Hal ini dikarenakan, wadah ini juga bisa menjadi sarana untuk menangkal penyebaran berita hoaks di Masyarakat.
“Berita yang tidak benar ini sangat meresahkan dan harus diberantas. Oleh karenanya, saya meminta agar KIM juga ikut berperan dalam memerangi berita hoaks yang berkemabng di Masyarakat karena kalau dibiarkan bisa memberikan dampak yang buruk,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaringan siswa Sekolah Rakyat di Gunungkidul dimulai untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi keluarga kurang mampu.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.