Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Foto diambil 8 Februari 2023. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program normalisasi Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari akan dimulai tahun depan. Total anggaran yang disediakan mencapai Rp64 miliar.
Lurah Watugajah, Hariyanto mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya wacana normalisasi Tanjakan Clongop yang merupakan jalur alternatif Wedi, Klaten dengan Gunungkidul. Jalur ini sangat ekstrem sehingga rawan terjadinya kecelakaan.
“Kami menunggu realisasi normalisasi. Info yang kami dapatkan, rencananya di 2024 sudah mulai dibangun,” kata Hariyanto kepada Harianjogja.com, Minggu (17/12/2023).
Dia menjelaskan, untuk realisasi pelaksanaan program, di tahun ini sudah ada pembebasan lahan. Total ada 95 bidang tanah yang dibebaskan.
Adapun prosesnya berjalan dengan baik karena menyisakan dua bidang yang belum dibebaskan. Meski belum dibeli, Hariyanto memastikan tidak ada masalah karena pembebasan belum bisa dilakukan karena pemilik berada di Jakarta.
“Informasi yang kami terima tinggal dua bidang yang belum dibebaskan karena pemilik berada di Jakarta. Jadi, prosesnya menunggu kepulangan sehingga lahannya bisa dibeli,” katanya.
Ia berharap wacana normalisasi tanjakan segera dilaksanakan sehingga jalur yang dilalui lebih aman. Menurut dia, jalur saat ini sangat rawan kecelakaan dan sudah banyak korban saat melintas di Tanjakan Clongop.
“Rencananya dibuat lebih landau sehingga akses kendaraan semakin mudah dan tidak berbahaya. Kalau sekarang, tanjakannya tinggi dan sangat rawan terjadi kecelakaan, khususnya bagi yang tidak hafal medan,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Kwaryanti Ampeyanti Putri mengatakan, normalisasi Tanjakan Clongop sudah sesuai dengan rencanya yang disusun. Tahun ini, proses untuk pembebasan lahan dan pembangunanya dilakukan di 2024.
Ia mengakui untuk pembebasan lahan berjalan dengan lancar karena 95 bidang tanah yang dibutuhkan sudah dibebaskan semuanya. Total untuk pembebasan dialokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar.
“Sudah selesai semua. Beberapa hari lalu dilakukan pembayaran terakhir untuk pelepasan tanah di Padukuhan Plasan,” kata Kwaryanti.
Dia menjelaskan, perkembangan selanjutnya untuk normalisasi untuk persiapan pengerjaan. Di akhir tahun ini dilaksanakan tender guna mencari konsultas pengawasan selama pengerjaan berlangsung.
“Untuk tender pengerjaan dilaksanakan awal tahun depan,” katanya.
Menurut Kwaryanti, pagu anggaran yang dipersiapkan untuk normalisasi sekitar Rp64 miliar. “Sudah dimasukkan dalam perencanaan dan target pengerjaan selama delapan bulan. Mudah-mudahan April 2024 sudah bisa dimulai sehingga di akhir tahun terselesaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.