Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada saat meresmikan akses internet gratis di Padukuhan Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan. Rabu (20/12/2023)./ Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Kustini Sri Purnomo mengklaim seluruh padukuhan di Kabupaten Sleman sudah bisa merasakan akses internet gratis. Total biaya untuk memberikan fasilitas ini sebesar Rp6 miliar.
“Untuk yang terakhir saya resmikan Padukuhan Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan. Jadi di Sleman ada 1.212 padukuhan dan semua sudah ada layanan wifi gratis,” kata Kustini kepada wartawan, Rabu (20/12/2023).
Dia menjelaskan, layanan akses internet gratis di Masyarakat merupakan salah satu program prioritas yang dimiliki bersama dengan Wakil Bupati, Danang Maharsa. Program melek digital ini memiliki tujuan untuk peningkatan akses Pendidikan perekonomian hingga kesejahteraan di Masyarakat.
Oleh karenanya, ia meminta agar fasilitas yang dimiliki bisa dijaga sehingga dapat dipergunakan oleh Masyarakat dengan sebaik-baiknya. “Tentu akses internet ini ada dampak negative, makanya saya meminta kepada warga maupun kominfo untuk mengawasi agar tidak salah digunakan,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk layanan akses internet gratis di seluruh padukuhan menelan anggaran sekitar Rp6 miliar. Adapun alokasi disediakan sejak 2022 lalu hingga sekarang.
Adapun pemasangan memiliki alokasi anggaran yang berbea-beda dikarenakan sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing. Ia mencontohkan, pemasangan di wilayah Cangkringan maupun Prambanan memiliki anggaran yang lebih karena harus dilengkapi dengan tower penguat penangkap sinyal.
BACA JUGA: 600 Padukuhan di Sleman Kini Sudah Terpasang Jaringan Internet
Menurut Kustini, meski program sudah selesai namun permintaan di Masyarakat masih tinggi. Pasalnya, untuk Tingkat RT, RW maupun kelompok Masyarakat lainnya juga meminta diberikan akses tersebut.
“Sudah selesai. Tapi masih banyak permintaan sehingga kami kaji terlebih dahulu sebelum dikembangkan lebih jauh. Untuk kepuasan sendiri juga mencapai 99%,” katanya.
Salah seorang warga Padukuhan Cibuk Kidul, Bekti berterimakasih kepada bupati karena telah diberikan akses layanan internet gratis. Ia berjanji, fasilitas ini akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemaslahatan di Masyarakat.
“Tentunya ini bisa sangat membantu Masyarakat dalam berbagai hal,” katanya.
Bekti mengungkapkan, untuk pengelolaan sudah membuat Taman bacaan Gubuk Singa untuk belajar dan mengaji. “Singa sendiri kepanjangan dari Sinau [belajar] dan mengaji. Jadi, dengan akses internet untuk memperkuat belajar dan mengaji di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.