Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada saat meresmikan akses internet gratis di Padukuhan Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan. Rabu (20/12/2023)./ Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Kustini Sri Purnomo mengklaim seluruh padukuhan di Kabupaten Sleman sudah bisa merasakan akses internet gratis. Total biaya untuk memberikan fasilitas ini sebesar Rp6 miliar.
“Untuk yang terakhir saya resmikan Padukuhan Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan. Jadi di Sleman ada 1.212 padukuhan dan semua sudah ada layanan wifi gratis,” kata Kustini kepada wartawan, Rabu (20/12/2023).
Dia menjelaskan, layanan akses internet gratis di Masyarakat merupakan salah satu program prioritas yang dimiliki bersama dengan Wakil Bupati, Danang Maharsa. Program melek digital ini memiliki tujuan untuk peningkatan akses Pendidikan perekonomian hingga kesejahteraan di Masyarakat.
Oleh karenanya, ia meminta agar fasilitas yang dimiliki bisa dijaga sehingga dapat dipergunakan oleh Masyarakat dengan sebaik-baiknya. “Tentu akses internet ini ada dampak negative, makanya saya meminta kepada warga maupun kominfo untuk mengawasi agar tidak salah digunakan,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk layanan akses internet gratis di seluruh padukuhan menelan anggaran sekitar Rp6 miliar. Adapun alokasi disediakan sejak 2022 lalu hingga sekarang.
Adapun pemasangan memiliki alokasi anggaran yang berbea-beda dikarenakan sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing. Ia mencontohkan, pemasangan di wilayah Cangkringan maupun Prambanan memiliki anggaran yang lebih karena harus dilengkapi dengan tower penguat penangkap sinyal.
BACA JUGA: 600 Padukuhan di Sleman Kini Sudah Terpasang Jaringan Internet
Menurut Kustini, meski program sudah selesai namun permintaan di Masyarakat masih tinggi. Pasalnya, untuk Tingkat RT, RW maupun kelompok Masyarakat lainnya juga meminta diberikan akses tersebut.
“Sudah selesai. Tapi masih banyak permintaan sehingga kami kaji terlebih dahulu sebelum dikembangkan lebih jauh. Untuk kepuasan sendiri juga mencapai 99%,” katanya.
Salah seorang warga Padukuhan Cibuk Kidul, Bekti berterimakasih kepada bupati karena telah diberikan akses layanan internet gratis. Ia berjanji, fasilitas ini akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemaslahatan di Masyarakat.
“Tentunya ini bisa sangat membantu Masyarakat dalam berbagai hal,” katanya.
Bekti mengungkapkan, untuk pengelolaan sudah membuat Taman bacaan Gubuk Singa untuk belajar dan mengaji. “Singa sendiri kepanjangan dari Sinau [belajar] dan mengaji. Jadi, dengan akses internet untuk memperkuat belajar dan mengaji di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.