Soal MBG dan Risiko Keracunan, Pemkab Gunungkidul Hanya Monitoring
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Ahmad Sidiq Wiratama (IST)
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman membutuhkan sebaanyak 3.457 pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pemilu 2024. Rencannya pendaftar para petugas ini dimulai 206 Januari 2024.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organsasi Pendidikan dan Pelatihan, Bawaslu Sleman, Ahmad Shidiq Wiratama mengatakan, persiapan pelaksanaan pemilihan di 14 Februari 2024 terus dilakukan.
Selain terus melakukan pengawasan terhadap jalannya kampanye, bawaslu dalam waktu dekat ini akan membuka pendaftaran untuk Pengawas TPS. Total kebutuhan di Kabupaten Sleman sebanyak 3.457 orang atau disesuaikan dengan jumlah TPS yang ada.
“Satu TPS satu pengawas,” kata Aswi, sapaan akrabnya saat dihubungi, Selasa (26/12/2023).
BACA JUGA: Lowongan Kerja Lur, Bantul Butuh 3.166 Pengawas TPS, Berikut Persyaratannya
Dia menjelaskan, untuk rekrutmen sekarang ini masih dalam tahap sosialisasi. Guna memaksimalkan partisipasi dan Masyarakat, pihaknya mulai dari panwascam hingga pengawasi di kalurahan juga ikut menyosialisasikan.
“Kami sudah menggelar pertemuan dengan kelompok Masyarakat, tokoh agama, karang taruna, pihak kalurahan. Tujuannya satu agar rekrutmen bisa diikuti oleh Masyarakat secara terbuka,” ungkapnya.
Rencannaya, pendaftaran Pengawas TPS dimulai pada 2-6 Januari 2024. Bagi warga yang telah memenuhi persyaratan diharapkan dapat berpartisipasi sehingga pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan lancar.
“Berhubung pengawas di kalurahan tidak ada kantor kesekretariatan, maka pendaftaran akan dilaksankaan di kantor panwascam di masing-masing kapanewon,” katanya.
Disinggung mengenai honor Pengawas TPS, Aswi mengakui masih menunggu surat resmi dari Bawaslu RI. Meski belum turun, ia memastikan ada kenaikan dibandingkan dengan honor dalam penyelenggaraan di 2019 lalu.
“Kalau dulu [Pemilu 2019] total yang diterima sebesar Rp1 juta. Tapi, sekarang informasinya untuk honor mencapai Rp1 juta. Nanti juga masih ada pelatihan dan uang makan dan transport yang diberikan saat pencoblosan,” katanya.
Rekrutmen petugas di TPS tidak hanya dilakukan oleh Bawaslu. Pasalnya, KPU Sleman sudah terlebih dahulu membuka pendaftaran untuk petugas KPPS.
Kepala KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, pendafaran petugas KPPS dibuka mulai 11-20 Desember 2023. Hingga pendaftaran ditutup, total terdapat 24.481 orang yang mendaftar.
Jumlah ini melebihi kebutuhan petugas di 3.457 TPS. Oleh karenanya, ia memastikan tidak ada perpanjangan pendaftaran KPPS di Sleman.
“Yang dibutuhkan hanya 24.199 petugas, tapi yang mendaftar ada 24.481 orang. Untuk yang pendafarnya lebih tujuh orang, maka dilakukan seleksi,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menegaskan tidak berwenang memberi sanksi kepada SPPG dalam program MBG karena seluruh pengelolaan berada di BGN.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.