Kejar Surplus Beras 100.000 Ton, Bantul Percepat Masa Tanam
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
Investasi daerah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya pada 2024 mendatang berada di angka 5 sampai 5,4 persen. Hal ini diyakini bisa tercapai lantaran masifnya sejumlah proyek infrastruktur yang mendukung seperti jalan tol dan pembangunan jembatan. Pariwisata dan pendidikan masih menjadi tumpuan bagi penggerak roda perekonomian di wilayah setempat.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, masa libur panjang akhir tahun menjadi momentum yang bagus bagi penguatan fundamental ekonomi DIY di tahun depan. Sebab dua tahun sebelumnya perekonomian DIY bisa dikatakan mandek lantaran dihantam pandemi Covid-19. Tahun ini rata-rata pertumbuhan ekonomi DIY mencapai angka 5,3 persen, meskipun belum menyalip nasional tetapi dinilai sudah optimal.
BACA JUGA : Pakar Proyeksi Ekonomi DIY 2024 Membaik, Ini Penjelasannya
"Momen ini kita manfaatkan untuk menata lagi pondasi yang kemarin dua tahun luar biasa rendah sekali, sehingga proyeksi kedatangan tamu khususnya di Kota Jogja 4,4 juta itu menjadi sesuatu yang harus kita persiapkan sangat baik, karena itu momentum agar perekonomian mulai menggeliat kembali, sehingga untuk menyongsong 2024 dengan kesiapsiagaan," katanya, Rabu (27/12/2023).
Beny menyebut, masa libur akhir tahun agak berbeda dibandingkan dengan masa libur Lebaran. Di masa Lebaran kebanyakan orang yang berkunjung ke DIY bertujuan untuk mudik, tetapi libur akhir tahun memang banyak dimanfaatkan pengunjung untuk berwisata sehingga menjadi pemicu yang bagus bagi pertumbuhan ekonomi wilayah.
"Kalau ini bisa memompa dirinya berarti bisa jadi fundamental ekonomi yang lebih baik ke depan yang dampak ke depannya sangat bagus. Makanya kita coba jaga pasokan pangan agar tetap cukup dan bisa menjaga perekonomian kita," ujarnya.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi di angka 5 sampai 5,4 persen itu dianggapnya realistis lantaran ekonomi DIY belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19. Maka, jika momentum liburan akhir tahun ini bisa dimanfaatkan dengan optimal bukan tidak mungkin roda perekonomian DIY bisa melesat pasa tahun 2024 mendatang meski di sejumlah wilayah memasuki tahun politik.
"Kan [proyek] tol jalan walaupun pembangunan belum mulai pembebasan sudah jalan, kemudian proyek yang lain dari timur ke barat juga sudah dimulai, nanti kami akan buka jalur yang ke Gunungkidul lewat jalur utara yang selatan Boko itu naik ke Breksi kemudian ke Candi Ijo itu tentu akan memompa perekonomian di atas," ungkapnya.
Sementara di kawasan selatan, lanjut Beny dengan selesainya jembatan Pandansimo tentu akan menguatkan pondasi di daerah setempat. Sebab infrastruktur tersebut dipastikan bakal jadi ikon baru baik itu Srandakan II dan juga Pandansimo. "Ini segmen untuk infrastruktur memompa pertumbuhan ekonomi di selatan dan tol yang ada di utara," jelasnya.
Beny menambahkan, dua sektor utama berupa pariwisata dan pendidikan tetap menjadi tumpuan penggerak pada tahun 2024. Terutama untuk sektor pariwisata, pihaknya tidak mempermasalahkan lama tinggal wisatawan yang mentok di angka 1,5 atau 1,9 hari. Hal itu bisa teratasi jika kunjungan pelancong ke wilayah setempat bisa terus terjaga secara berkelanjutan.
BACA JUGA : Suplai Pangan Masih Tergantung Global, Inflasi Harus Diwaspadai
"Kalau ke sini ga belanja ya sama saja, jadi kalau lama tinggalnya katakanlah 1,9 hari bagi kami ga begitu risau, tapi ketika ada orang keluar dan langsung masuk sehingga kan berkelanjutan. Namun kalau kita berharap orang tinggal di sini dua hari setelah itu off sepekan berikutnya baru ada tamu kan sama saja, tapi kalau 1,5 atau 1,9 hari tapi begitu ada yang keluar ada yang masuk kan berkelanjutan, dia hidup terus," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengejar surplus beras 100.000 ton pada 2026 melalui perluasan lahan, percepatan masa tanam, dan mekanisasi pertanian.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan tim Dokter Spesialis Keliling (Speling) ke Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta