Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi kembang api. Ist/jibi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul akan menyelenggarakan Gebyar Pesta Kembang Api 2024. Festival yang akan digelar di Alun-Alun Wonosari tanggal (31/12/2023) tersebut juga akan mengadirkan panggung musik.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan acara yang murni diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) adalah Gebyar Pesta Kembang Api di Alun-alun Wonosari.
“Acara akhir tahun yang diadakan Pemkab itu hanya pesta kembang api. Itu dari Bupati langsung. Lokasinya di Alun-alun Wonosari. Estimasi pengunjung besok setidaknya mencapai 2.000 orang,” kata Windu dihubungi, Kamis (28/12/2023).
BACA JUGA: Penyebab Gempa Pangandaran Hari Ini Menurut BMKG
Selain acara milik Pemkab, di Bumi Handayani utamanya wilayah selatan juga mengadakan acara akhir tahun seperti HeHa Sky View, Patuk akan mengadakan pesta kembang api, DJ performance, live music, permainan, doorprize. Sedangkan HeHa Ocean View, Panggang hanya mengadakan pesta kembang api. Sementara HeHa Stone Valley, Tepus akan menggelar live music, fun game, DJ performance, fireworks. Estimasi total pengunjung di tiga lokasi tersebut mencapai 1.500 orang.
Kemudian, di De Mangol View, Patuk akan ada Festival Lampion Spesial Tahun Baru 2024; estimasi pengunjung mencapai 300 orang. Tidak ketinggalan Hotel Santika, Playen Gunungkidul juga miliki acara tersendiri yaitu gala dinner, dance, live music, magician, countdown dengan estimasi pengunjung 250 orang.
Di Obelix Sea View, Purwosari acara akhir tahun akan menghadirkan Pesta Kembang Api dengan estimasi pengunjung 700 orang. Begitupun juga dengan Queen Of The South Resort, Purwosari juga menyelenggarakan fireworks party, buffet dinner, doorprize, dan games dengan estimasi pengunjung 250 orang.
BACA JUGA: Cegah Kemacetan Saat Malam Tahun Baru, Sultan Minta Masyarakat Tidak Konvoi Kendaraan
Dua lokasi lain yang menyelenggarakan acara akhir tahun yaitu Resto Taman Watu, Panggang dan Hotel D Girijati, Purwosari dengan estimasi total pengunjung sebanyak 150 orang.
Seksi Acara Pesta Kembang Api Pemkab Gunungkidul, Hahan F Armadiawan mengatakan Gebyar Pesta Kembang Api 2024 dengan mengambil tema Handarbeni Gunungkidul akan digelar mulai pukul 19.45 WIB.
“Maksud tema itu adalah Kabupaten Gunungkidul kaya akan berbagai sumber alam dan potensinya dari geografisnya, topografi maupun demografinya. Terus bergerak maju dengan membangun semangat Handarbeni Gunungkidul. Handarbeni Gunungkidul mengajak semua masyarakat untuk merasakan dan mengadopsi peran sebagai pemilik dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan keberagaman dan keindahan Gunungkidul,” kata Hahan.
Hahan menambahkan melalui perayaan Gebyar Pesta Kembang Api tersebut, Pemkab Gunungkidul mengharapkan masyarakat dapat merasa memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya serta alam daerah Gunungkidul.
Sebelum puncak acara pesta kembang api, Hahan mengatakan ada rangkaian acara seperti seni budaya lokal yaitu tari kipas dan jathilan dari Sanggar Satria Gunungkidul, Nirwanaloka Keroncong, Rumandika Band, Dangdut Bintang Nada, Campursari dari Forum Campursari Gunungkidul, dan ada Guest Star yaitu Woro widowati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.