Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Petugas menguji dan mencatat hasil tes urine milik kru bus di Terminal B Wates, Kulonprogo, Jumat (22/6/2018)./Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman mengungkapkan ada seorang sopir yang kedapatan menggunakan obat penenang saat bekerja. Temuan ini merupakan hasil tes urin terhadap 24 sopir bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Jombor, Sinduadi, Mlati, Sleman, Kamis (28/12/2023).
Kepala BNNK Sleman, Siti Alfiah mengatakan tes urin terhadap sopir merupakan bagian untuk memastikan keselamatan selama libur akhir tahun. Pada awalnya, ada 25 sopir yang akan dites, namun hanya 24 yang mengikuti kegiatan ini.
Baca Juga
MUDIK LEBARAN 2013 : Sopir Bus di Giwangan Jalani Tes Urine
Tekan Angka Kecelakaan, Supir Bus di Sleman Jalani Tes Urine
Hasil Tes Kesehatan, Beberapa Driver Di Terminal Giwangan Dinyatakan Tidak Layak Jalan
Menurut dia, sopir-sopir ini sudah diambil sampel urin kemudian dilakukan pegecekan. Adapun hasilnya, 23 sopir dinyatakan negatif, sedangkan satu orang dinyatakan positif mengandung obat jenis Benzodiazepine atau akrab disebut Benzo.
“Masuk obat penenang yang digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan atau kepanikan,” kata Siti kepada wartawan, Kamis sore.
Adanya temuan ini, ia mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Sleman untuk menguji. Salah satunya untuk mengetahui riwayat penggunaan obat tersebut.
“Kalau ada resep dokter tidak ada masalah. Tapi, kalau tidak maka akan ada penanganan lebih lanjut,” katanya.
Menurut dia, pengetesan terhadap awak angkutan merupakan kegiatan rutin. Siti mengakui adanya sopir yang positif bukan yang pertama kali.
Pada 2021 lalu, ada seorang sopir yang dinyatakan positif menggunakan narkoba. Pengetesan dilakuan jadi bagian untuk keselamatan pada saat di jalanan.
“Saat ada yang positif langsung kami minta ke PO yang menaungi untuk mengganti. Sedangkan, sopir yang positif masuk ke program rehabilitasi,” katanya.
Salah seorang sopir yang mengikuti tes, Tulus Riyanto mengakui tidak memermasalahkan adanya tes ini. Malahan ia senang karena bisa menjadi bagian untuk meningkatkan keselamatan saat bekerja.
“Yang dibawa tidak hanya diri sendiri, tapi juga puluhan penumpang. Jadi, tidak ada masalah dan yang takut ikut tes malah harus dicurigai. Kalau tidak memakai, pasti tidak ada masalah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Basarnas mencatat 601 kecelakaan kapal hingga 15 Agustus 2026 dengan 3.607 korban. Sebanyak 239 orang meninggal dan 203 hilang.